18 January 2020

Aneh, Bila Presiden Joko Tak Paham Hak Prerogratif

KONFRONTASI - Pendiri Ormas Relawan Pejuang Demokrasi (Repdem) Beathor Suryadi mengingatkan Presiden Joko Widodo untuk ragu mengambil keputusan soal konflik personal KPK-Polri. Presiden diminta  bersikap progresif menggunakan hak prerogratifnya.

"Progressif. (Karena) hak prerogatif itu 'roh' revolusi mental. Kebijakan di luar proses dan prosedur, di luar hukum di luar moral di luar politik hanya semata kepentingan presiden," kata Beathor Suryadi dalam rilis yang dikirimkan ke wartawan di Jakarta, Kamis (5/2).

Menurut dia, menjadi aneh ketika presiden ragu dan menunggu pendapat kelompok lain, sehingga  terjebak dengan prosedur dan proses.

"Hak prerogatif itu 'melompat' keluar dari yang biasa dan umum, itu maknanya," kata bekas Anggota DPR-RI F-PDIP Komisi I itu.

Ditambahkannya, jika  tidak digunakan, buat apa ada hak prerogatif tersebut  jika masih menimbang suara dari  berbagai pihak.

"Presiden nampaknya 'belum' paham arti dan maknanya. Istana jadi ramai dengan orang-orang  yang "menghilangkan" hak prerogatif presiden tersebut," tudingnya. [ian/rm]

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...