30 January 2020

Alasan APBN Jebol Sangat Tidak Masuk Akal, Demo HMI Tolak Kenaikan BBM Bentrok dengan Polisi

KONFRONTASI - Aksi protes HMI menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) berujung bentrok dengan petugas kepolisian di depan Kantor Gubernur Jawa Timur, Jalan Pahlawan, Surabaya.

Sebelum bentrok, ratusan mahasiswa itu menggelar orasi. Mahasiswa HMI dari Uniar, Uinsa, dan Unesa tersebut membentangkan spanduk menolak kenaikan harga BBM. Sekira pukul 15.00 WIB, demo mahasiswa ini diwarnai dengan aksi membakar ban bekas.

Petugas kepolisian dari Polrestabes Surabaya disiagakan di lokasi. Bahkan di depan kantor gubernur sudah dipasang barikade kawat berduri. Mahasiswa yang merangsek masuk sambil menginjak-injak kawat berduri tersebut.

Tak lama kemudian, pasukan pengurai massa yang menggunakan sepeda motor datang membubarkan mahasiswa. Aksi ini memancing mahasiswa untuk bentrok dengan petugas. Akibatnya, beberapa mahasiswa sempat terkena bogem mentah Polisi.

Kericuhan ini membuat mahasiswa bubar. Petugas kepolisian sempat menyemprotkan gas pemadam kebakaran. Sejumlah mahasiswa lainnya pun terpaksa melarikan diri menghindari pukulan dari petugas.

Aksi ini merupakan bagian dari penolakan kenaikan harga BBM yang baru saja ditetapkan oleh pemerintah. Adi, koordinator aksi, menyatakan langkah pemerintah dalam menaikkan harga BBM salah besar. Sebab, dampaknya akan sangat mengenai rakyat kecil.

"Seharusnya pemerintah meningkatkan pajak kendaraan bermotor atau mobil. Alasan APBN jebol sangat tidak masuk akal," kata mahasiswa Unair ini sebelum terjadinya bentrokan, Rabu (19/11/2014).

Alasan menaikkan harga BBM dinilai tidak logis, seharusnya bisa dengan menaikkan pajak kendaraan itu, karena tidak berdampak kepada rakyat kecil. "BBM naik ini berdampak pada kenaikan bahan pokok yang mencekik rakyat kecil," pungkasnya.[ian/okz]

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...