22 September 2019

Aktivitas Gunung Lawu Tak Terpengaruh Gempa di Madiun

Konfrontasi - Gempa 4,9 skala richter yang melanda Madiun pada Jumat 4 November 2016 berpusat di lereng Gunung Lawu yang berada di antara Jawa Timur dan Jawa Tengah. Namun, gempa darat itu tak berpengaruh terhadap aktifitas gunung yang terkenal dengan cerita mistisnya itu.

Gempa dengan kedalaman 19 kilometer tersebut berpusat di 22,6 kilometer barat daya Ngawi atau di koordinat 7,55 lintang selatan dan 111,30 bujur timur. Lokasi ini berada di lereng Lawu tepatnya di Karangnongko, Ngawi.

Menurut Tony Agus Wijaya dari Stasiun Geofisika Yogyakarta, kondisi Gunung Lawu masih aman dan normal. "Catatan pusat meteorologi dari Badan Meteorologi menyebutkan pascagempa bumi kondisi Gunung Lawu masih normal," katanya dikutip dari Okezone, Minggu (6/11/2016).

Gempa dua hari lalu dirasakan masyarakat di wilayah eks Karesidenan Madiun seperti Ngawi, Magetan, Madiun, Ponorogo, Pacitan, Trenggalek, dan Yogyakarta. Gempa juga dirasakan sebagian warga di wilayah Ngargoyoso, Karanganyar, Jawa Tengah.

Meski aktivas tektonik dan vulkanik sama-sama terjadi di bawah permukaan bumi, menurut Tony, kedua aktivitas itu tidak saling terkait.

Gempa tektonik yang terjadi di Ngawi dua hari lalu, karena pertemuan dua bagian kulit bumi. Berdasar hiposenternya, gempa bumi tersebut merupakan gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar aktif yang terdapat di sekitar lereng Gunung Lawu.

Sesar itu, lanjut Tony, adalah pertemuan dua bagian kulit bumi. Di mana di dalam tanah itu ada lapisan batuan yang ada batas-batas pertemuan bagian kulit bumi

"Gempa kemarin diperkirakan berhubungan dengan struktur sesar aktif yang terdapat di wilayah Karangnongko," jelasnya.

Sedangkan gunung api (vulkanik) lebih dipengaruhi oleh aktifitas magma atau cairan di bawah permukaan bumi yang menyebabkan banyak faktor dan mengakibatkan gunung api itu aktif. (oke/mg)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...