25 January 2017

Aksi 412 Banjir Pelanggaran, Mengotori Demokrasi, Islam dan Kebangsaan, Rendahkan Kebhinekaan. Surya Paloh Kena Batunya?

JAKARTA-Aksi bertajuk 'Kita Indonesia' yang digagas partai pendukung petahana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) 'banjir' pelanggaran. Mulai dari sampah berserakan, taman rusak, car free daya (CFD) yang digunakan kegiatan politik, hingga bus pelat merah yang disewa simpatisan partai. Aksi itu malah mengotori demokrasi, Islam dan Kebangsaan kita sehingga menjadi aksi badutan yang merendahkan kebhinekaan. Sungguh, kubu Surya Paloh menistakan diri mereka sendiri Sadarlah, tak ada gunanya melawan hatinurani umat Islam dan masyarakat luas..

‎Menanggapi banyaknya pelanggaran, Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh yang ikut dalam acara itu pasrah dan siap menerima sanksi.

"Coba tanyakan ke Plt (pelaksana tugas DKI), barangkali kalau melanggar kami siap menerima konsekuensinya untuk kebaikan yang kita rasakan," kata Paloh di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, Minggu (4/12/2016).

Terkait pratik politik yang digelar bersamaan dengan gelaran (CFD) Paloh memberikan pembelaan.

Tidak semua peserta aksi 412 yang bertajuk 'Kita Indonesia' puas dengan acara tersebut. Alasannya, sebagian dari mereka kecewa dengan panitia soal pembagian uang transportasi yang tidak merata.

Salah seorang peserta aksi yang berasal dari Jakarta Utara mengaku, dijanjikan uang transportasi Rp 150 ribu untuk ikut dalam aksi ini oleh Partai NasDem.

Namun, ia kecewa lantaran uang yang diterima hanya Rp 50 ribu per orang.

"Tadi dijanjiin 150 ribu, tapi kita terima 50 ribu. Kecewa lah kita, shubuh-shubuh udah disuruh siap-siap," kata Murnanih di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, Ahad (4/12/2016).

Selain itu, Yadi dari Jakarta Barat merasakan hal yang sama. Ia kecewa lantaran uang transportnya dari Partai Golkar dipotong Rp 50 ribu oleh pihak yang mengajaknya. Jadinya, keluhnya, ia hanya mendapat Rp 100 ribu dari aksi 'Kita Indonesia'.

"Janjinya 150 ribu, tapi dipotong ini kenyataannya. Makan sih dapet, tapi kan ga sesuai kesepakatan," ungkapnya.

Sementara itu, ada juga peserta aksi 'Kita Indonesia' yang memang sengaja datang ke Bundaran Hotel Indonesia tanpa ada ajakan ataupun bayaran. 

Salah satunya Rachel yang ditemui TeropongSenayan yang mengaku kedatangannya itu untuk menjaga kesatuan dan persatuan Indonesia.

"Kebetulan saya sama teman-teman memang sudah niat, untuk hadir ke sini. Tanpa ada bayaran apapun, kita memang sangat antusias dengan semangat kebersamaan," pungkasnya. * 

(berbagaiSumber/Teropong Senayan)

Category: 

 


loading...
loading...

BACA JUGA:      

Loading...