16 December 2019

Akbar Tandjung Malu Kader HMI Bikin Onar

KONFRONTASI-Perilaku kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang berbuat onar dalam pelaksanaan kongres HMI membuat Mantan Ketua Umum HMI Akbar Tandjung merasa malu. Sebagai senior, dia menyesalkan kader HMI yang berbuat merugikan pihak lain, seperti tak membayar makan dan tak membayar tiket kapal.

"Kejadian itu tidak menggambarkan mahasiswa yang notabene intelektual dan calon pemimpin masa depan," kata dia seperti dilansir Tempo, Minggu, 22 November 2015. Untuk itu dia meminta kepada para pimpinan rombongan bertanggung jawab atas peristiwa tersebut. Menurut dia, kejadian tersebut menumbuhkan citra yang tidak baik ke HMI.

Politikus Golkar itu mengeluhkan keributan yang selalu terjadi setiap kongres HMI diselenggarakan. Dia mencontohkan kongres HMI ke-28 pada 2013 lalu, kongres yang dilaksanakan di Asrama Haji, Pondok Gede, Jakarta itu juga ricuh. Peserta yang belum mendapatkan kamar menginap tiba-tiba memaksa membuka kamar yang dikunci. Peserta langsung mengambil kasus dan membakar di lapangan sebagai protes penyelengaraan kongres.

Fasilitas Asrama Haji lainnya ikut dirusak seperti di gedung A, B, dan C yang kaca-kacanya pecah. Akibat kerusuhan itu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono membatalkan hadir dan membuka kongres HMI. Pembatalan dilakukan karena panitia acara dan pengurus HMI tidak bisa menjamin kongres di Asrama Haji Pondok Gede itu akan berlangsung secara kondusif, tertib, dan aman. Pelaksanaan kongres itu juga berjalan alot dan berlangsung hingga satu bulan dan tiga kali pindah lokasi.

"Padahal saya sebelumnya sudah mewanti-wanti kepada PB (Pengurus Besar) HMI agar kongres tidak sampai ribut," kata dia. "Saya prihatin, bisa dikatakan malu karena kesalahan adik-adik ini."

Seharusnya, kata Akbar, PB HMI saat ini mengambil contoh pengkaderan pada masa dia mempimpin organisasi mahasiswa terbesar di Indonesia itu. Dinamika dan perbedaan pendapat sesama kader, menurut dia, dapat dilakukan sesuai aturan. "Tidak seperti sekarang ini."

Sebelumnya, di Makassar, 1.048 kader HMI dari wilayah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat juga meminta tiket kapal gratis kepada PT Pelni. Mereka menggelar aksi dan memaksa untuk naik kapal tanpa bayar. Sempat terjadi kerusuhan, namun akhirnya PT Pelni mengalah dan memberangkatkan mereka. Penjabat Hubungan Masyarakat Pelabuhan Makassar Erisanty mengatakan, dari total anggota HMI yang berangkat, tercatat 1.025 mahasiswa tidak memiliki tiket. “Mereka diberi tiket gratis. Tidak membayar sedikit pun,” ujarnya.

Kemarin ribuan kader HMI melakukan aksi tutup jalan dan membakar ban di depan gedung olah raga ( GOR ) Pekanbaru. Akibatnya terjadi kemacetan panjang di jalan protokol itu. Tidak hanya itu, ribuan anggota HMI itu jgua merusak fasilitas umum. Kaca gedung Gor Gelanggang Remaja pecah di lempari batu, begitu juga pagar, dan lampu taman dirusak. Ribuan mahasiswa itu mengamuk menuntut untuk disediakan penginapan dan akomodasi.

Di hari yang sama, para kader HMI itu juga berulah di Kabupaten Indragiri Hulu. Anggota HMI sebanyak 21 bus menolak membayar setelah makan di Rumah Makan Umega, Desa Kota Lama. Habis makan mereka langsung kabur, dan tidak mau membayar," kata Kepala Kepolisian Resor Indragiri Hulu, Ajun Komisaris Besar, Ary Wibowo, dilansir Tempo, Minggu, 22 November 2015. Hal itu membuat puluhan pemilik warung merugi belasan juta rupiah.[mr/tempo]

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...