18 January 2020

Akankah KPK Jerat Mertua Anas?

KONFRONTASI-Putusan hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi masih ditunggu Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menjerat mertua Anas Urbaningrum, Attabik Ali.

Pasalnya, jaksa KPK membacakan surat tuntutan Anas mematahkan keterangan Attabik mengenai duit dolar yang digunakan untuk membeli tanah di Mantrijeron, Yogyakarta.

"KPK akan lihat, apa putusan hakim terhadap fakta itu dan baru kemudian mengambil langkah hukum selanjutnya," kata Bambang melalui pesan singkat, Senin, (15/9).

Jaksa menemukan fakta ihwal tahun terbit duit sekitar US$ 1 juta (sekitar Rp 12 miliar), yang digunakan Attabik untuk membeli sebidang tanah di Mantrijeron, Yogyakarta, atau tepat di belakang Pondok Pesantren Krapyak, yang dikelolanya itu.

Duit yang digunakan Attabik diawali huruf A serta diikuti angka lalu huruf tertentu. Jaksa lalu mengirim surat elektronik ke United State Departement of Justice menanyakan soal tahun terbit uang itu.

US Departement of Justice pun menyatakan kepada jaksa bahwa dolar itu terbitan tahun 2006 ke atas. Padahal saat bersaksi di sidang Anas, Attabik mengaku mengumpulkan duit dolar sejak 1989.

Bambang meminta para saksi berkaca dari kasus ajudan mantan Gubernur Riau Rusli Zainal, Said Faisal alias Hendra. Faisal divonis 7 tahun bui karena terbukti berbohong untuk melindungi kejahatan korupsi atasannya, Rusli Zainal.

"Faisal dihukum cukup berat karena memberikan kesaksian palsu hingga dapat menyesatkan proses persidangan," kata Bambang.

Hingga kini, kata Bambang, KPK belum memutuskan untuk memproses Attabik ke ranah hukum. "Tapi akan mempertimbangkan semua itu untuk mengambil langkah selanjutnya," kata Bambang.[MARX/TEMPO]

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...