29 May 2017

Ahok Tak Perlu Mati-matian Bela Podomoro

KONFRONTASI-Tindakan pembelaan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) terhadap PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) dalam kasus reklamasi dinilai sporadis dan ‘asbun’ (asal bunyi). Pasalnya Ahok mati-matian melakukan pembelaan kepada PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN), walaupun tidak dilandasi dalil hukum yang kuat untuk melawan hasil Rapat Koordinasi para Menteri.

“Pemprov DKI melandasi pada Kepres 52 tahun 1995, itu sangat kadaluarsa karena ada peraturan dan perundang-undangan yang baru, secara yuridis maka aturan lama itu gugur,” kata Tenaga Ahli Menteri dari Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Kemaritiman dan Sumberdaya, Abdulrachim Kresno.

Sebelumnya hasil Rapat Gabungan Kementerian yang dipimpin Rizal Ramli membatalkan secara permanen reklamasi pulau G, karena setidaknya terdapat pelanggaran terhadap UU No 7 Tahun 2016.

Lantaran itu, kemudian Ahok bertindak menyurati Presiden Joko Widodo sebagai protes penghentian reklamasi Pulau G oleh hasil rapat gabungan kementerian yang dipimpin Menko Rizal Ramli.

Ahok menjelaskan, izin reklamasi didasarkan pada Keputusan Presiden (Keppres) No. 52 Tahun 1995. Oleh karena itu, penghentian reklamasi harus dilakukan oleh Presiden.

“Kita kirim surat ke Istana karena Keppres. Nah, saya tidak mungkin membatalkan sebuah reklamasi. Kalau saya hanya membatalkan dari seorang menteri, berarti saya melawan Keppres dong?,” kata Ahok.[mr/akt]

Category: 

SCROLL KE BAWAH UNTUK MEMBACA BERITA LAINNYA


loading...

Related Terms



News Feed

loading...

Baca juga


Loading...