14 November 2019

18 Penyidik Polri di KPK Minta Mundur?

KONFRONTASI - Setidaknya ada 18 penyidik Polri di KPK yang hendak mengundurkan diri dari anggota kepolisian. Tapi, sebagian besar keluarganya tidak setuju para penyidik itu mundur. Alasannya ada dua. Pertama, mereka lebih bangga keluarganya itu jadi polisi ketimbang jadi penyidik PNS di KPK. Kedua, sejak awal masuk Akademi Kepolisian mereka ingin keluarganya itu jadi perwira Polri dan bukan penyidik PNS.

Demikian hal itu dikatakan Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane dalam keterangannya, Kamis (13/11).

IPW mendata, ke 18 penyidik itu sudah sejak dua bulan lalu mengajukan surat pengunduran diri ke Kapolri dan ingin menetap bertugas di KPK. Tapi hingga kini belum ada jawaban dari Kapolri Jenderal Sutarman. Ke 18 penyidik itu terdiri dari perwira berpangkat Komisaris Polisi dan Ajun Komisaris Besar Polisi, yang sudah bertugas di KPK sejak tiga hingga lima tahun.

"Elit-elit Polri maupun elit KPK tidak bersikap apa pun terhadap rencana pengunduran diri ke 18 penyidik itu. Mereka khawatir, jika bersikap akan membuat situasi menjadi panas. Padahal saat ini hubungan Polri-KPK sudah sangat kondusif, setelah sempat memburuk saat mencuatnya kasus korupsi Simulator SIM," ujar Neta

Ia berharap, ke 18 penyidik itu membatalkan niatnya dan tetap menjadi anggota Polri, yang suatu saat bisa kembali ke kepolisian. Para penyidik Polri yang bertugas di KPK justru harus menjadikan lembaga pemberantas korupsi itu sebagai kawah candradimuka untuk perubahan moral dan mental kepolisian. Sehingga ketika kembali ke Polri, mereka bisa menjadi pionir perubahan di institusinya.

"Ke 18 penyidik itu, bersama 70 penyidik Polri lainnya yang bertugas di KPK harus bisa menjaga "siklus candradimuka" tadi, sehingga mereka bisa mendorong percepatan perubahan di Polri," tandas Neta.[ian/rm]

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...