24 November 2017

17 Tahun InDemo & 43 Tahun Peristiwa 15 Januari 1974

KONFRONTASI - Indonesian Democracy Monitor mengundang Bapak, Ibu, Saudara/i menghadiri 17 Tahun InDemo & 43 Tahun Peristiwa 15 Januari 1974 & Peluncuran Media Online Nusantara.news:

Hari/tanggal    : Minggu, 15 Januari 2017
Waktu    : 09.00-15.00
Tempat    : Mawar Conference Room, Lt. 2, Gedung Balai Kartini, Jalan Gatot Subroto Jakarta Selatan.

Tema:
Menyikapi Perubahan, Kebangkitan Populisme

Keynotespeaker: dr. Hariman Siregar
Menyikapi Kebangkitan Gerakan Populisme & Gelombang Perubahan Dunia

Diskusi Lintas Generasi
Pembicara:
Soeripto JS (Soeripto Centre)
Arah Perubahan Dunia (Nasionalis Populis dari Sudut Pandang GeoPOlitik & GeoStrategi)

DR. B. Herry Priyono (STF Driyarkara)
Arah Perubahan Ekonomi Dunia Tren Nasionalis Populis (Pasca-Brexit & Kemenangan Trump)

DR. Yudi Latif (Dir. Reform Institute)
"Ketahanan Budaya & Ideologi Indonesia"

DR. Faisal Basri (Ekonomi UI)
"Tren Nasionalis Populis & Implikasinya Terhadap Ekonomi Indonesia"

Moderator: Eddy Junaidi (Ketua Umum Yayasan Kalimasadha Nusantara)

InDemo sejak awal merasa Demokrasi telah dibajak oleg para elite sehingga menimbulkan gerakan anti establishment. Sementara gejala populisme tumbuh subur di berbagai belahan dunia. Kemanangan Brexit dalam referendum yang disusul kemenangan Donald Trump pada Pemilu Presiden Amerika, sesungguhnya jawaban tegas & lugas dari kalangan kelas pekerja di kedua negara atas kapitalisme yang terbukti gagal berbagi kemakmuran.

Kini populisme yang anti liberalisasi, proteksionis & anti asing telah berkuasa di Amerika yang menjadi jantung peradaban dunia. Bahkan di Asia yang sebenarnya tidak memiliki tradisi populisme, kini muncul sosok Duterte yang begitu menggetarkan.

Bagi saya, fenomena ini adalah pembalikan yang luar biasa yang membutuhkan penanganan secara seksama & segera. Dalam menyikapi keadaan tersebut, yang kita butuhkan adalah Nasionalisme Civi sesuai dengan Pancasila & UUD 45."

Salam, Hariman Siregar

Category: 

SCROLL KE BAWAH UNTUK MEMBACA BERITA LAINNYA


loading...

Related Terms



loading...

Baca juga


Loading...