18 November 2019

Zulkieflimansyah, NTB dan Komitmen bagi Keadilan, Kemajuan dan Perubahan

MATARAM- Bakal Calon Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah yang akrab disapa Bang Zul mendapat sinyal posittif untuk terus melaju dalam perhelatan Pilkada 2018. Pasalnya, hasil survei yang dilakukan Populi Center menunjukkan elektabilitas pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah dan Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah menempati posisi teratas.

Survei ini dilakukan pada tanggal 4-12 September 2017 pada sepuluh kabupaten/kota di NTB terhadap 800 responden. Dengan margin of error mencapai 3 persen pada tingkat kepercayaan 96 persen.

Dalam survei ini, Populi Center membuat dua skema atau simulasi terhadap pasangan Calon Gubernur Dan Wakil Gubernur yang memiliki kesempatan cukup besar akan berlaga di Pilkada 2018, yakni pasangan Ahyar Abduh – Mori Hanafi, Suhaili FT – Aris Muhammad, Ali BD – Putu Selly, dan Zulkieflimansyah – Sitti Rohmi Djalilah.

 

Simulasi pertama dilakukan terhadap tiga pasang calon, yakni Ali BD – Selly, Suhaili FT – Aris Muhammad dan Zulkieflimansyah – Sitti Rohmi Djalilah. Hasilnya cukup mengejutkan, pasangan Zul-Rohmi menempati posisi teratas dengan tingkat elektabilitas mencapai 15.0%, diikuti pasangan Suhaili FT – Aris Muhammad sebesar 14.1%, kemudian Ali BD – Selly mencapai 14.0%. Sebanyak 56.9% belum menentukan pilihan, artinya masa mengambang masih sangat tinggi.

Selanjutnya, simulasi kedua dilakukan terhadap pasangan Ahyar Abduh – Mori Hanafi, Suhaili FT – Aris Muhammad, dan Zulkieflimansyah – Sitti Rohmi Djalilah. Hasilnya, pasangan Zul – Rohmi tetap menjadi jawara dengan persentase mencapai 14.8%, diikuti pasangan Suhaili FT – Aris Muhammad 14.5%, disusul Ahyar Abduh – Mori Hanafi dengan persentasi 14.5% dan masa mengambang yang belum menentukan pilihan masih cukup tinggi mencapai 56.3%

Doktor Zul maju sebagai calon gubernur  NTB karena memanggul amanat pembaruan/perubahan dan itu adalah tugas sejarah.  ''Agar orang-orang muda itu, jangan sampai punya potensi besar, punya kemampuan tapi tidak punya keberanian. Karena nggak punya uang dan bukan keturunan orang tertentu, padahal pintar, pandai, serta mampu akhirnya nggak berani maju”. katanya.

Pernyataan ini disampaikan Doktor Zul dalam acara temu relawan muda Loteng di Towkol Café, Minggu (19/11/2017). Ia menjelaskan bahwa dengan sistem demokrasi liberal seperti sekarang ini, banyak menghasilkan pemimpin yang terpilih karena faktor keluarga, keturunan, dan lain-lain. Menurutnya, harus ada keberanian untuk memutus mata rantai kepemimpinan seperti ini.

Ia mengaskan bahwa kalau rantai kepemimpinan seperti itu tidak diputus, masyarakat akan menjadi korban. Masyarakat akan sengsara dan orang-orang yang mempunyai kualitas, mempunyai potensi besar untuk menjadi pemimpin hanya akan menjadi staf khusus. Ia merasa mata rantai itu sangat penting diputus.  

“Demokrasi liberal seperti sekarang menghasilkan banyak pemimpin, yah, kalau nggak anaknya, kemudian istrinya dan lain-lain. Nah, rantai kepemimpinan seperti ini harus punya keberanian untuk diputus. Kalau nggak masyarakat akan sengsara dan orang hebat itu akan menjadi staf khusus saja maksimal. Nah itu penting”. Ungkapnya.

Selanjutnya Doktor Zul menceritakan bahwa dirinya bukan orang baru di politik. Ketika menjadi mahasiswa, Ia merupakan orang pertama dari NTB yang menjadi ketua BEM di Universitas Indonesia (UI). Selama hampir 15 tahun menjadi Anggota DPR RI. Puncaknya saat ikut menjadi Calon Gubernur di Banten pada usia 32 tahun berpasangan dengan Marissa Haque. Ia hanya kalah tipis dari rival politknya, Ratu Atut.    

“Saya di politik itu sudah lama. Waktu jadi Mahasiswa, pernah jadi ketua BEM di UI. Orang NTB pertama yang jadi ketua BEM di UI. Ini saya sudah jadi anggota DPR ini hampir 15 tahun. Tiga periode. Ikut pemilihan gubernur sudah pernah juga. 11 tahun yang lalu saya jadi Calon Gubernur di Banten. Wakil saya namanya Marissa haque. Umur saya waktu itu ketika jadi Calon Gubernur itu 32 tahun. Saya hanya kalah 2%. Mungkin Allah, kalau kita jadi gubernur di Banten, tidak bertemu teman-teman hari ini. Pungkasnya. (*)

 

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...