17 December 2017

Yusuf Mansur Berbagi Tips Jelang Natal

Konfrontasi – Perayaan Hari Besar non muslim seperti Natal seringkali disalahfahami oleh para pemeluk Islam. Ustadz Yusuf Mansur pun berbagi tips agar hubungan sosial tidak memberikan dampak negatif pada ajaran aqidah Islam.

Pengasuh Ponpes Daarul Quran Bulak Santri, Cipondoh Ustaz Yusuf Mansur mengingatkan umat Islam bahwa bila hendak menunjukkan toleransi, pluralisme, cukup mengucapkan, 'selamat pagi', 'salam sejahtera bagi kita semua'.

Dia merasa miris lantaran ekonomi umat sedang diuji sehingga kawan-kawan sesama muslim, yang sedang bekerja di tempat-tempat publik, terpaksa pakai atribut Natalan.

"Menurut saya, ini bukan bentuk toleransi juga. Sangat cukup kita tidak mengganggu umat lain. Berlomba-lomba dalam kebaikan. Jangan sampai begini," ujarnya melalui akun Twitter, @Yusuf_Mansur.

Yusus Mansur menyatakan, sebentar lagi datang perayaan Natal bagi umat Kristiani. "Bukanlah juga sikap intoleran ketika kita memilih tidak ikut mengucapkan. Kan ga harus juga mengucapkan. Banyak cara lain," ujarnya mewanti-wanti. "Misal, telepon kawan yang Kristiani, 'makan-makan yuuukkk...', di hari Natalnya mereka. Ini lebih cakep. Ga ada urusan sama aqidah, dan ga jadi panjang."

Atau, saran Yusuf Mansur, senyum lah kepada mereka yang merayakan Natal. Saat bertemu, ucapkan... "Wuih, asyik. Makasih ya. Jadi bisa ikut libur, he he he. Rencana kemana niiiy...?" Dia melanjutkan, "perasaan kejaga, emosi kejaga, pertemanan kejaga, aqidah pun, kejaga. Banyak cara."

Yusuf Mansur melanjutkan, saat mereka kebaktian, tidak mengapa menjaga mereka kebaktian. Bila tugasnya memang sekuriti, misalnya. Tapi, lanjut dia, tidak perlu juga memakai topi Natalan. "Saya yakin, saya tahu, twit saya pagi ini, pasti mengundang komen di negeri sejuta komen. Gak pa pa. Semua berhak. Yang penting saya sudah menyampaikan."

Pun ketika datang hari Nyepi bagi umat Hindu ia memberi saran. "Perlu ga sih misalnya kita memakai atribut pakaian Hindu? Cukup kita jangan berisik, jangan mengganggu. Hormati mereka yang lain, hargai mereka yang lain, tapi please, jangan berusaha jada mereka. Mereka adalah mereka. Kita adakah kita. Di urusan lain, kembali sama-sama."

Category: 

SCROLL KE BAWAH UNTUK MEMBACA BERITA LAINNYA


loading...

Related Terms



loading...

Baca juga


Loading...