14 November 2019

Ulama Irak: Indonesia Miliki Para Ibu yang Luar Biasa

KONFRONTASI-Alunan shalawat nabi menggema di rumah Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa di Kelurahan Jemursari, Wonocolo, Surabaya, Jawa Timur, pada Senin, 24 April 2017. Bersamaan dengan itu, pria berwajah Arab dengan busana khas ulama datang mendekat ke panggung, hadir di antara sekira seribu hadirin yang didominasi ibu-ibu.

Syekh Afifuddin ialah ulama tarekat kelahiran Baghdad, Irak, cucu ke-19 dari Syekh Abdul Qadir Jailani, tokoh sufi tersohor di dunia Islam, pendiri Tarekat Qadiriyah. Dia diundang Menteri Khofifah untuk mengisi tausiyah dalam acara Harlah ke-71 Muslimat Nahdlatul Ulama dan Haul Syekh Abdul Qadir Jailani.

Dalam tausiyahnya, Afifuddin berbicara tentang perang besar seorang wanita. Dia menyebut wanita adalah bagian terpenting dalam kehidupan manusia dan dalam Islam. "Kita tahu, orang yang pertama kali percaya kepada Islam dan Muhammad Rasulullah ialah wanita, yakni Sayyidatunaa Khadijah," ujarnya.

"Bila kita bicara seorang ibu, dalam Islam ada Sayyidatuna Maryam. Disebutkan pula bagaimana jasa seorang Siti Aisyah, istri Nabi Muhammad. Kalau ingat putri, ada Siti Fatimah putri Rasulullah, yang keturunan-keturunannya jadi ahlil bait," tutur Afifuddin.

Benar, dia menjelaskan, ungkapan banyak orang tentang wanita: di balik keagungan seorang laki-laki ada wanita di belakangnya. "Rasulullah bersabda, orang terbaik di antara kalian adalah yang terbaik perlakuanmu kepada seorang wanita, berperilaku baik kepada istrinya," ujar Afifuddin.

Dia memuji Indonesia memiliki banyak wanita yang luar biasa. "Sungguh beruntung Indonesia memiliki jasa dan contoh luar biasa dari ibu-ibu yang luar biasa. Banyak di antara mereka berperan dakwah, ajarkan akhlak kepada anak-anak dan keluarganya, terutama dari kalangan NU. Itu akan jadikan Indonesia bangsa yang agung," kata Afifuddin.

Sementara itu, Khofifah mengatakan sengaja mengundang Syekh Afifuddin dengan tujuan agar dia dan semua yang hadir mendapatkan keridaan dari Allah. "Semoga kita semua bersama-sama berkumpul dengan Rasulullah di surga-Nya Allah kelak," ujarnya.

Sempat terjadi insiden mengharukan di awal acara dibuka. Seorang ahli pembaca Alquran (qari), Ustaz Jakfar Abdurrahman, meninggal dunia kala menjalankan tugas membacakan ayat suci Alquran di atas panggung. Setelah dipastikan wafat, siangnya almarhum dikebumikan di Tempat Pemakaman Umum Jemur Wonosari, Surabaya.[mr/viva]

Tags: 
Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...