20 November 2018

Tauhid, Syarat Diterima Amal

Oleh: Minah, S.Pd.I
Penulis Motivasi

Jika kita memahami, bahwa hidup ini hanya sekali, hanya sebentar saja dan ketika mati, semua perbuatan kita di dunia akan dipertanggungjawabkan, karena itu, jangan sia-siakan kehidupan yang sebentar ini, kita harus beribadah kepada Allah dan senantiasa beramal sholeh saat di dunia. Setiap manusia akan melakukan yang terbaik dalam hidup ini, Beramal baik di dunia dan mendapatkan hasil yang baik di akhirat kelak. Menginginkan yang terbaik hanya untuk mendapatkan ridho Allah Subhnahu Wa Ta’aala. Sehingga jika Allah Ridho dengan amal kebaikan yang kita lakukan maka tentu Allah akan balas berupa pahala dari Allah.

Namun, Amal shaleh apapun, baik itu shalat, shaum, zakat, haji, infaq, birrul walidain (berbakti kepada orang tua) dan sebagainya, tidak mungkin diterima Allah Subhanahu Wa Ta'ala dan tidak ada pahalanya bila tidak dilandasai tauhid yang bersih dari syirik.

“Sungguh, bila kamu berbuat syirik, maka hapuslah amalanmu, dan sunguh kamu tergolong orang-orang yang rugi” (Az Zumar: 65)

Beriman kepada Allah adalah bisa dikatakan mukmin dan amalan kebaikan yang dia lakukan bisa diterima, Allah Ta’ala berfirman yang artinya:

“Siapa yang melakukan amal shalih, baik laki-laki atau perempuan sedang dia itu mukmin, maka Kami akan berikan kepadanya penghidupan yang baik serta Kami akan memberikan kepadanya balasan dengan balasan yang lebih baik dari apa yang telah mereka amalkan” (An Nahl: 97)

Dalam ayat ini Allah Subhanahu Wa Ta'ala menetapkan pahala amal shaleh hanya bagi orang mukmin, sedang orang yang suka membuat tumbal, sesajen, meminta kepada orang yang sudah mati dan sistem syirik lainya, dia bukanlah orang mukmin, tetapi dia musyrik, sehingga shalat, shaum, zakat dan ibadah lainnya yang dia lakukan tidaklah sah dan tidak ada pahalanya.

“Siapa yang melakukan amal shalih, baik laki-laki atau perempuan sedangkan dia mukmin, maka mereka masuk surga seraya mereka diberi rizqi di dalamnya tanpa perhitungan” (Ghafir/Al Mukmin: 40)

“Dan orang-orang kafir amalan mereka itu bagaikan fatamorgana di tanah lapang, yang dikira air oleh orang yang dahaga, sehingga tatkala dia mendatanginya ternyata dia tidak mendapatkan apa-apa, justeru dia mendapatkan Allah disana kemudian Dia menyempurnakan penghisabanNya” (An Nur: 39)

Orang yang musyrik di saat dia melakukan shalat, zakat, shaum, dan sebagainya, mengira bahwa di sisi Allah pahalanya banyak, tapi ternyata saat dibangkitkan dia tidak mendapatkan apa-apa melainkan ‘adzab! Astaghfirullah.

“Katakanlah, “Apakah kalian mau kami beritahukan kepada kalian tentang orang-orang yang paling rugi amalannya, yaitu orang-orang yang sia-sia amalannya dalam kehidupan di dunia ini, sedangkan mereka mengira bahwa mereka melakukan perbuatan baik?” (Al Kahfi: 103-104)


Memang mereka rugi karena mereka lelah, capek, letih, berusaha keras, serta berjuang untuk amal kebaikan, tapi ternyata tidak mendapat apa-apa karena tidak bertauhid. Allah Ta’ala berfirman:

“Dia beramal lagi lelah, dia masuk neraka yang sangat panas” (Al Ghasyyiah: 3-4).

Oleh karena itu, tauhid adalah syarat diterimanya amal dan merupakan syarat paling mendasar yang jarang diperhatikan oleh banyak orang. Masih ada dua syarat lagi yang berkaitan dengan amalan, yaitu ikhlash dan caranya benar (sesuai dengan tuntunan Rasulullah). Wallahua’lam.

Tags: 
Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...