12 December 2019

Sulam crosstitch Kesenian Cirebon yang Mulai Langka

KONFRONTASI - MENGENAL lebih dekat dengan kesenian yang mulai langka di Cirebon. Sulam crosstitch atau lebih dikenal dengan kristik ini menjadi langka karena membutuhkan kesabaran tingkat tinggi dalam membuatnya. Namun, Salah satu perempuan asla Cirebon, Ayu Rahayu, memilih bergelut dan juga berusaha melestarikan hobi ini.

============

SECARIK kain tak ada artinya jika dibiarkan begitu saja. Namun, secarik kain itu bisa menjadi luar biasa kalau disulam. Kain bisa menjadi lebih indah, dengan motif sulam yang dibuat sedemikian rupa, dengan konsep yang menarik. Hal tersebut yang dilirik oleh wanita yang kerap disapa Ryu ini. Ryu sudah menekuni seni sulam kristik sejak dirinya masih kecil. Semua berawal ketika ibu Ryu mulai gemar menyulam. 

Hasilnya sangat memukau. Terlebih, saat sang ibu membingkai dan memajangnya di dinding rumah. Alhasil, Ryu tergoda untuk mencobanya. Sejak itulah menyulam kristik menjadi hobi barunya. Setiap pulang kerja atau saat akhir pekan, dia kerap menghabiskan waktu untuk menyulam.

"Awalnya belajar dari mamah. Terus dikembangin sendiri dan sampai sekarang saya tekuni," tuturnya. Meski sesibuk apapun, Ryu tetap berusaha meluangkan waktu untuk menyulam. Minimal satu jam setiap hari. Motif klasik seperti bunga atau wajah tokoh menjadi motif yang paling digemarinya. Menurut Ryu, proses pengerjaan satu sulaman, saat ini, bisa menghabiskan waktu sepekan hingga sebulan. Tergantung dari tingkat kesulitannya.

Saat ini, sudah puluhan karya yang telah dia buat. Setiap karya memiliki kenangan tersendiri. "Paling ada beberapa yang saya kasih sebagai kado ulang tahun teman dan lainnya. Semua tidak ternilai dengan uang, tapi kadang ada saja yang request bikin terus dibeli,” ungkapnya kepada Radar.

Bagi Ryu, menyulam memiliki banyak manfaat. Dapat membangun karakter, melatih kedisiplinan dan kesabaran. Sedikit kesalahan dalam menyulam akan berpengaruh pada hasil akhir. Alhasil, bila ditekuni, karakter itu otomatis akan terbawa dalam kehidupan sehari-hari. “Meski koleksinya sudah sangat banyak, tetapi, hingga kini saya masih berjuang melengkapi seri dan motif-motif lainnya," lanjutnya.

Dalam pembuatan kristik, tak jarang Ryu mengalami berbagai kendala. Mulai dari susah membuat pola hingga kekurangan warna benang. Terkadang, pola sudah jdi dan mulai buat, warna benang malah tidak ada atau kurang lengkap. "Karena yang jual benang wol di Cirebon masih sedikit. Warnanya juga gak selengkap kalau di Bandung atau Jakarta," kata wanita yang juga mengelola DIY id Cirebon, situs craft atau kerajinan yang dibuat sendiri.

Diakui Ryu, seni kristik ini terkesan lama untuk menghasilkan sebuah produk sulaman. Hal ini dapat dimaklumi, karena proses produksinya yang secara handmade. "Semakin kaya motif, dan warna maka akan lama. Karena memerlukan waktu untuk gonta-ganti benangnya. Akan tetapi hasilnya jauh lebih cantik, halus dan selalu uptodate," pungkasnya. (Juft/Jpnn)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...