25 August 2019

Serambi Islam di Komotini Yunani

KONFRONTASI -   Selamat datang di Komotini, kota yang menjadi basis muslim terbesar di negara Yunani. Terletak sekitar 800 kilometer dari kota Athena, komotini adalah salah satu kantong muslim selain kota Xanthi, Alexandropouli dan Soufli. Dibutuhkan setidaknya 7 jam perjalanan darat untuk menuju Komotini dari ibukota Athena.
 

(Eko Hamdjah/Trans7)



Membawa misi untuk memotret kisah kaum muslim minoritas di negara non muslim, tim Jazirah Islam menemukan hal yang berbeda di kota Komotini. Di sini sangat jauh dari nuansa hingar bingar duniawi seperti Athena, aroma Islam terasa lebih pekat di sini. Tak heran, dari angka populasi sekitar 51 ribu juta jiwa penduduk Komotini, sekitar 90 persennya adalah kaum muslim. 
 

(Eko Hamdjah/Trans7)



Itu sebabnya pemandangan kaum laki-laki mengenakan peci dan kaum wanita mengenakan kerudung adalah hal yang lumrah ditemui di Komotini. Kota ini memang jauh lebih ramah bagi muslim Yunani, mereka dapat menunjukkan identitasnya lebih jelas. Masjid dapat berdiri begitu megah serta penuh ornamen indah. Tak ketinggalan minaret atau menara tempat azan berkumandang begitu lantang tanpa ada larangan.
 

(Eko Hamdjah/Trans7)



Berkesempatan singgah di Komotini tim Jazirah Islam juga melihat salah satu madrasah tempat sekelompok anak-anak menimba ilmu untuk menjadi calon hafiz atau penghafal Alquran. Madrasah ini bisa di ibaratkan sebuah majelis pengajian jika di Indonesia, anggotanya adalah anak-anak dari usia 3 hingga 12 tahun, sebagian besar dari mereka adalah wanita. Di sudut ruangan tampak para ibu dengan setia menunggu anak-anak mereka menyelesaikan hafalan surat yang harus mereka baca.
 

(Eko Hamdjah/Trans7)



Sebagai sebuah keluarga muslim para orang tua yang tinggal di Komotini berusaha mengajarkan tentang Islam sejak dini kepada anak-anaknya, salah satunya melalui madrasah ini. Bagi mereka mempelajari Alquran dan hadis adalah tuntunan hidup dan kewajiban.

Di antara sekian banyak anak yang ada di ruangan, seorang anak dengan wajah lucu menarik perhatian tim. Dan temuilah Rahmah, si kecil berusia 4 tahun ini tak hanya memiliki wajah lucu tetapi kemampuan si mungil ini membaca surat At-Takwir begitu menakjubkan walaupun dengan suara sedikit cempreng khas seorang anak kecil.
 

(Eko Hamdjah/Trans7)



Ada juga Mawaddah yang berusia 10 tahun, ini adalah kakak si mungil Rahmah. Kemampuan menghapal surat Mawaddah jauh lebih baik dari adiknya. Dan ada juga Melika, malu-malu tetapi juga penasaran dengan kedatangan tim Jazirah Islam. 

Anak-anak ini hampir tidak pernah bertemu orang Asia. Tak heran mereka begitu bingung melihat kedatangan tim.Kemampuan setiap anak-anak untuk menghafal memang berbeda-beda, tetapi sang guru, Sumayah, begitu sabar mengajarkan sang murid satu persatu. 
 

(Eko Hamdjah/Trans7)



Sumayah adalah wanita asli keturunan Pomak Yunani, kecantikan Sumayah tak diragukan lagi. Wanita pomak memang dikenal sebagai salah satu suku daerah Balkan yang memiliki kaum wanita berparas menarik. Namun Sumayah tak hanya cantik, ia juga pintar. Wanita ini telah menempuh pendidikan dari Universitas Al-Azhar Kairo, dibanding melanglang buana ke tempat lain. Sumayah memilih untuk kembali ke kampung halamannya di Komotini untuk berbagi ilmu yang di pelajarinya kepada saudara-saudara muslimnya.  

Saksikan kisah muslim di Komotini, Yunani hanya di "Jazirah Islam" pada Kamis, 25 Juni 2015 pukul 05.15 WIB di TRANS7. "Jazirah Islam" tayang di Trans7 setiap Senin-Jumat selama bulan Ramadan pukul 05.15 WIB.(Jft/Detik)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...