25 August 2019

Saat Syekh Google dan Prof Yahoo Dijadikan Guru agama

KONFRONTASI - "Kadangkala kita membutuhkan kuburan dalam diri kita sendiri untuk menguburkan segala sesuatu yang sudah mati dalam diri kita. Rasa yang telah mati, seseorang yang sudah 'mati' dalam kehidupan kita dan janji yang pernah hidup lama kemudian mati sungguh membutuhkan pemakaman dalam diri kita agar tak lagi muncul menggoda dengan godaan palsu menyakitkan."

Bagaimanakah cara paling efektif menguburkan bangkai-bangkai dalam jiwa adalah pertanyaan yang sungguh menarik untuk dikaji bersama. Bangkai dan tulang belulang adalah makanan syetan dan anjing, jangan biarkan syetan dan anjing berpesta dalam diri kita karena banyaknya bangkai dan tulang itu.

Imam al-Ghazali berkata: "Bagaimana anjing tak datang ke rumahmu sementara makanan anjing begitu banyak kelihatan di rumahmu? Bagaimana syetan lari dari hatimu sementara makanan syetan begitu berlimpah di hatimu?"

Kajian-kajian hati (sufistik) seperti ini sudah lama sekali tak menemukan tempat dalam kajian di masjid kita dan forum pertemuan kita. Kita terlalu sibuk dengan perbedaan pendapat posisi tangan ketika takbiratul ihram dan tahiyyat dengan melupakan posisi hati ketika shalat. Kita terlalu sibuk mencari tahu tentang bagaimana menjadi kaya harta tanpa peduli bagaimana kalau miskin hati.

Ketika kegelisahan menjadi penyakit menular tanpa adanya perhatian serius dari semua pihak, ketika stress dan depresi menjadi penyakit banyak orang dari yang miskin sampai yang kaya, dari pejabat sampai yang tidak menjabat, maka mulailah mereka mencari masjid dan mushalla. Mencari ketenangan dan jalan hidup yang benar, katanya.

Sayangnya, di masjid tak ditemukan orang yang paham al-Qur'an dan Hadits karena kebetulan juga sibuk mencari dunia. Hanya tukang adzan yang ada di situ, diapun dalam kondisi stress karena 3 bulan belum diberi uang saku.

Akhirnya duduklah dengan pemuda yang baru belajar agama dari syekh Google dan prof Yahoo, diajarkanlah bahwa yang berbeda dengannya adalah kafir dan sesat. Menyedihkan bukan? Salam, AIM.(Juft/Inilah)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...