29 February 2020

Ramlie Rasidin,Mualaf Pendiri Masjid Ramlie Musofa Sunter Takut Riya

KONFRONTASI -   Masjid Ramlie Musofa, sebuah masjid megah, yang berada di sisi Danau Sunter, Tanjung Priok, Jakarta Utara mencuri perhatian mata siapapun yang melewatinya.

Selain keunikan mulai dari bentuk bangunannya yang dominan berwarna putih, ukurannya yang lebih besar dibanding rumah-rumah elit di sekitarnya.

Nama Masjid ini ditulis dengan huruf Mandarin.

Masjid yang mulai dibangun pada 2011 ini menyimpan sebuah arti.

"Ramlie memang nama bapak, tapi ejaannya bukan itu yang sebenarnya," ujar salah seorang anak dari pendiri Masjid Ramlie Musofa yang terletak di Jl Danau Sunter Selatan Blok I 10 no. 12 C yang ditemui Tribunnews.com, Senin (6/6/2016).

Berdasarkan informasi yang didapat Tribunnews.com, kata ‘Musofa’, bukanlah nama lengkap dari Haji Ramlie, pendiri Masjid megah tersebut.

Musofa merupakan singkatan dari ketiga anak dari Haji Ramlie, yakni Muhammad, Sopian, dan Fabian.

IFrame
"Ya, paling saya hanya bisa kasih tahu soal ini saja, gak mau terlalu diekspose pak Haji nya, beliau gak suka, takut Riya,” ujar salah seorang petugas keamanan.

Masjid Ramlie Musofa dibangun oleh seorang Muslim Tionghoa yang dulunya menjadi seorang mualaf.

Masjid ini dibangun sejak 2011 dan baru diresmikan pada 15 Mei 2016.

Masjid yang berdiri di lahan seluas 2.000 meter persegi ini memadukan gaya bangunan khas Tiongkok dengan masjid pada umumnya.


Memasuki masjid yang didirikan oleh seorang mualaf Indonesia keturunan Tionghoa ini, akan ada beberapa bagian dari bangunannya yang dipenuhi unsur Chinese.

Pantauan Tribunnews.com, pada halaman depan masjid tepatnya di dinding sebelum menaiki tangga, jamaah akan melihat potongan ayat dari salah satu surah di dalam kitab suci Al-quran yakni surah Al-Qari'ah.

Di samping itu, dinding pada sisi kanan dan kiri tangga masuk memperlihatkan surah Al-Fatihah yang juga menggunakan tiga bahasa yaitu Arab, Mandarin dan Indonesia.

Tak hanya itu, masjid yang dibangun pada 2011 ini juga memfasilitasi tempat wudhu yang begitu nyaman yang tak jauh dari pintu masuk masjid.

Dinding di tempat wudhu dihiasi dengan gambar langkah-langkah berwudhu yang benar mulai dari niat, doa sebelum berwudhu, tata cara hingga doa setelah wudhu.

Uniknya, berbahasa Indonesia, langkah berwudhu ini masih tertulis dengan huruf Mandarin dan Arab.


Jajaran lampu pijar semakin membuat bangunan ini memperlihatkan kecantikannya ditambah lagi kubah yang bertuliskan Allah dengan tulisan Arab saat memasuki ruang salat.

Memasuki pintu masjid yang berada di lantai dua, jamaah kembali melihat nama Masjid Ramlie Musofa dengan plat kuning dan di bawahnya terdapat aksara Cina.

“Iya, itu tulisan Cina, artinya, ya Ramlie Musofa, nama masjid ini,” kata salah seorang petugas kebersihan.

Di samping itu, setelah memasuki masjid, jamaah akan dengan mudah melihat bedug di samping kanan depan pintu, yang dikhususkan dan berukuran cukup besar yang dipukul setiap sebelum adzan.(Jft/Tribun.com)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...