9 April 2020

MUI: Faham Radikalisme Ada di Semua Agama

KONFRONTASI-Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Banten Dr KH A Romly menyatakan faham radikalisme ada pada semua agama, maka tidak adil kalau hanya Islam yang disorot.

Pada semua ajaran agama ada faham radikalisme, maka menjadi kewajiban para tokohnya untuk meredam faham itu jangan sampai melakukan tindakan yang merugikan pihak lain," katanya di Pandeglang, Sabtu.

Menurut dia, untuk Provinsi Banten semua tokoh agama, baik Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha dan aliran kepercayaan lainnya telah sepakat untuk meredam dan mengendalikan faham radikalisme itu.

"Makanya tidak ada bentrokan antaragama di Banten. Faham radikalisme ada, tapi kita menyelesaikannya secara internal masing-masing," katanya.



Romly mengajak semua institusi keagamaan dan tokoh agama di Indonesia untuk mencegah agar faham radikalisme ini tidak berkembang dengan memberikan pemahaman ajaran agama yang sebenarnya pada masing-masing pengikut.

Ia menyatakan, mencegah faham radikalisme mutlak harus dilakukan dan merupakan bagian dari upaya mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Kita semua telah sepakat untuk mempertahankan NKRI, Pencasila, UUD 1945 dan Bhineka Tunggal Ika, dan salah satu yang bisa dilakukan oleh para tokoh agama yakni mencegah berkembangnya faham radikalisme itu," ujarnya.

Ia juga mengajak umat Islam di Provinsi Banten menjadi contoh dalam bersikap tolerensi dalam menjalankan hidup beragama. Dari dulu masyarakat Banten bisa menghargai agama lain dan dapat berdampingan.

"Kita selalu diajarkan oleh para ulama untuk saling menghargai, bahkan tidak boleh mengganggu umat agama lain. Gereja dan tempat ibadah agama lain harus dilindungi, tidak boleh dirusak," katanya.

MUI Banten, kata dia, selalu menjalin komunikasi dengan tokoh agama lain dan selalu mengundang mereka ketika ada acara, seperti pada Kongres Umat Islam Banten kali ini dihadiri semua tokoh agama, termasuk Konghucu.[mr/ant]

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...