24 October 2019

Meraih Kemerdekaan Hakiki dengan Islam

Oleh : Nurhayati

Hari kemerdekaan selalu dirayakan dengan berbagai macam kegiatan yang meriah dan negara Indonesia tidak terlepas dari perayaan yang meriah tersebut. Tepat 17 Agustus 2019 bangsa Indonesia merayakan hari kemerdekaan ke-74 tahun. Dikabarkan oleh Kompas.Com (17/8/2019), Indonesia termasuk dalam salah satu negara yang memiliki perayaan hari kemerdekaan termeriah di dunia. Kegiatan ini telah dilakukan setiap tahun oleh masyarakat Indonesia dan sudah menjadi kebiasaan serta mengeluarkan dana yang tidak sedikit setiap tahunnya.

Melihat perayaan meriah yang dilakukan setiap tahun oleh pemerintah dan masyarakat Indonesia, harusnya membuat kita berpikir apakah perayaan tersebut menandakan kita masyarakat Indonesia sudah merdeka secara hakiki ? Untuk secara fisik kita memang sudah merdeka dari penjajahan perang angkat senjata, namun jika di cermati kembali rakyat belum merdeka secara non fisik.

Indonesia yang memiliki kekayaan alam berlimpah ruah, namun kemiskinan masih merajalela. Mahalnya kebutuhan hidup, banyaknya anak negeri yang belum mendapat pendidikan yang memadai, biaya kesehatan yang mahal walaupun sudah memiliki kartu BPJS atau kartu sehat, kebijakan ekspor impor yang sangat menyusahkan rakyat serta hutang negara yang terus bertambah. Dikutip dari CNN Indonesia (27/3/2019), Rasio kepemilikan investor atas Surat Berharga Negara (SBN) yang dikeluarkan RI tercatat yang tertinggi di dunia. Ekonom Faisal Basri menilai kondisi ini membuat RI rentan dengan aksi arus modal keluar jika terjadi gejolak ekonomi dunia. Faisal mengatakan “Bebas merdeka tentu ada harganya. Dulu (Indonesia) didikte, tapi dengan bunga rendah. Jika menghadapi kesulitan cicilan dan bunga utang, ada forumnya. Tapi kalau SBN sulit bayar, Indonesia akan dihukum pasar dengan Surat Utang Negara (SUN) dijual besar-besaran”. Hal ini menggambarkan bahwa perekonomian Indonesia sedang berada dalam penguasaan asing. Sejalan dengan hal tersebut tidak menutup kemungkinan bidang politik, sosial budaya, hukum, dan hankam semua di bawah pengaruh asing dan membuat negeri Indonesia dalam posisi negara pengekor dan dieksploitasi.

Penjajahan Gaya Baru

Tanpa disadari saat ini negara Indonesia berada dalam penjajahan gaya baru (neokolonialisme dan neoimperialisme). Dimana penjajah membuat konsep baru, agar tetap bisa menguasai dan mengendalikan ekonomi negara lemah yaitu seperti dengan menggunakan hutang dan bunga hutang (liberalisasi perdagangan), dalam hal ini penjajah sebagai negara maju dan kaya memberi hutang kepada negara miskin dan berkembang sehingga negara miskin tersebut akan kalah dalam persaingan dan hanya bisa menjadi negara konsumen. Para penjajah akan berjuang keras agar negeri terjajah tetap terbelakang. Dan dengan penjajahan gaya baru tersebut, para penjajah mensyiarkan agama kristiani yang tidak begitu menonjol namun mengkristenisasikan kaum muslim secara cerdas dan halus yakni dengan penyebaran paham sekularisme, demokrasi, kapitalisme dan liberalisme. Sehingga dari sinilah penting bagi kita untuk memahami kemerdekaan yang hakiki. Agar kemerdekaan tidak hanya tentang kemerdekaan secara fisik namun lebih dari itu.

Islam Datang Untuk Memerdekakan

Islam diturunkan oleh Allah SWT memang untuk memerdekakan umat manusia dari segala bentuk penjajahan. Penjajahan pada hakikatnya bagian dari penghambaan bagi manusia. Penghambaan bagi manusia pada masa modern ini terwujud dan bentuk penyerahan wewenang pembuatan aturan, hukum dan peraturan-undangan untuk manusia, bukan untuk Allah SWT. Inilah yang menjadi doktrin demokrasi bahwa kedaulatan di tangan rakyat (manusia). Dan buruknya aturan, hukum dan peraturan tersebut dari pihak asing (penjajah).

Merdeka dalam pandangan Islam adalah bebas dari segala bentuk penghambaan terhadap makhluk menuju penghambaan totalitas hanya kepada Allah SWT. Dan inilah misi utama Islam, agar manusia benar-benar merdeka dari segala bentuk penjajahan, eksploitasi, penindasan, kedzoliman, perbudakan dan penghambaan oleh manusia lainnya.

Maka tak ada jalan lain untuk meraih kemerdekaan yang hakiki kecuali kembali kepada Islam, mengambil Islam sebagai jalan hidup dan solusi atas berbagai problem yang dihadapi umat.

Wallahu a’lam bisshowab

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...