19 July 2019

Meraih Fitrah di Penghujung Ramadhan

KONFRONTASI-Bagi kebanyakan umat Islam, tentu saja rasa sedih melingkupi mereka ketika harus berpisah dengan bulan Ramadhan yang penuh berkah ini.

Hampir satu bulan lamanya umat Islam mengisi Ramadhan dengan makan sahur, berbuka puasa bersama, menunaikan shalat tarawih berjamaah, melakukan tilawah Al Quran, shalat berjamaah di setiap shalat wajib, mendengarkan ceramah-ceramah agama, bersedekah, beriktikaf, bermunajat, serta melakukan amalan-amalan baik lainnya.

Dalam sepuluh hari terakhir menjelang berakhirnya Ramadhan, sebagian besar masjid dipenuhi jamaah yang ingin menghidupkan malam dengan beriktikaf memperbanyak ibadah, seperti tilawah Al Quran dan melakukan "qiyamul lail" (shalat malam/tahajjud), sebagaimana dianjurkan Rasulullah Muhammad SAW.

Namun tanpa terasa bulan penuh ampunan ini sudah berada di akhir perjalanannya, dan hari-hari indah yang diisi dengan amal ibadah akan berlalu.

Bagi seorang ahli ibadah berakhirnya bulan Ramadhan tentu akan sangat merindukannya kembali dan berharap panjang umur sehingga bisa kembali bertemu Ramadhan tahun depan.

Banyak perasaan yang muncul di hati. Selain rasa sedih, ada pula rasa bahagia, senang dan gembira, manakala telah berhasil menjalani ibadah Ramadhan dengan sebaik-baiknya, serta berharap mendapatkan derajat kemuliaan, kembali menjadi manusia yang bersih seperti bayi yang baru lahir.

Dalam sebuah kesempatan, Imam Besar Masjid Istiqlal Prof Dr KH Nasarudin Umar mengingatkan umat Islam agar di penghujung Ramadhan tidak melupakan kewajiban menunaikan zakat, baik fitrah maupun zakat maal.

Menurut dia, zakat fitrah merupakan simbol kepedulian terhadap fakir miskin, anak yatim dan kaum dhuafa. Zakat fitrah juga menjadi syarat utama sebelum amalan Ramadhan diterima Allah SWT.

"Kita semua berdosa apabila di hari Idul Fitri nanti, masih ada yang tidak bisa turut menikmati kebahagiaan. Oleh sebab itu, zakat fitrah ini begitu diutamakan," katanya.

Zakat fitrah bertujuan membebaskan kefakiran pada Hari Raya Idul Fitri. Sedangkan secara umum zakat artinya membersihkan, bisa juga berarti menyucikan. Pembersihan ini dalam arti secara fisik dan secara nonfisik (spiritual).

"Dari setiap rezeki yang kita peroleh, Allah menitipkan sebagian untuk orang lain sehingga tidak bisa harta itu kita makan semua dan tidak menyisihkan untuk orang lain. Itu sama saja artinya hak orang lain kita makan, sehingga zakat menjadi sarana membersihkan harta kita terhadap kewajiban menyisihkan tadi," katanya.

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...