9 April 2020

Menyikapi Pemimpin Diktator - Khutbah di Hari Jumat

Khutbah Pertama:

Gambar mungkin berisi: teks

Gambar mungkin berisi: teks

Gambar mungkin berisi: teks

Gambar mungkin berisi: teks yang menyatakan 'Demi Tuhanmu, sekali-kali mereka tidaklah beriman menjadikan kamu hakim (pemutus perkara) dalam segala permasalahan perselisihkan, kemudian mereka merasa sempit dalam diri mereka, dan pasrah dengan sepenuhnya, atas kamu putuskan (TQS an-Nisa' apa saja [4]: 65). Hadirin jamaah jumah rahimakumullah, Alhamdulillah, kita masih bisa melaksanakan kewajiban kita sebagai seorang Muşlim di ini, Allah. hari yang mulia, hari Jumat. Bersama orang-orang yang orang- orang yang bertakwa. Shalawat serta salam semoga senantiasa dicurahkan kepada junjungan habibana wa maulana Rasulullah Muhammad Yang pertama dan utama, kita terus meningkatkan takwa kita kepada Allah. diwujudkan'

Gambar mungkin berisi: teks yang menyatakan 'dengan ketaatan kepada Allah. Menjalankan seluruh perintah-Nya dan meninggalkan seluruh larangan-Nya. Hadirin jamaah jumah rahimakumullah, Orang bertakwa pasti tidak nyaman bila diatur tidak ketakwaannya. Terlebih bila aturan yang menguntungkan sebagian orang, para pengusaha kekuasaan. pada dasarnya manusia secara menginginkan keadilan. Bagaimana mungkin keadilan akan lahir aturan hidup dibuat demi kepentingan segelintir orang? Tapi nyatanya, yang seperti ini terjadi dan ada di hadapan mata kita. Sebagai contoh, Rancangan Undang-undang Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja (Cilaka) yang diduga melahirkan diktator baru negeri ini. Mengapa? Karena memberikan kewenangan vang Presiden'

Gambar mungkin berisi: teks

Gambar mungkin berisi: teks yang menyatakan 'berkehendak mengangkatnya. Lalu akan ada masa kekuasaan 'yang menggigit'. Masa itu akan tetap ada selama Allah berkehendak. Kemudian Allah mengangkat masa jika Dia berkehendak mengangkatnya. Lalu akan ada masa kekuasaan (diktator). Masa itu akan tetap ada Allah berkehendak. Kemudian Allah mengangkat masa jika Dia berkehendak mengangkatnya. Lalu akan ada lagi Khilafah 'ala minhaj an-nubuwwah. Kemudian Nabi SAW diam (HR Ahmad). Hadirin jamaah jumah rahimakumullah, dengan Berkaitan kepemimpinan (al-mulk tersebut, Syaikh Hisam al-Badrani menjelaskan kepemimpinan diktator bermakna kepemimpinan yang menegakkan di negeri-negeri Ini didasarkan pengertian syariah mengenai definisi al-mulk (Al-Badrani, An-Nizham as-Siyasi Hadm al-Khilafah,'

Gambar mungkin berisi: teks yang menyatakan 'apa ciri-ciri penguasa diktator? Banyak hadis Nabi SAW menjelaskan hal Pertama, tidak mempunyai kapabilitas untuk memimpin masyarakat banyak. Pemimpin seperti ini oleh Nabi dengan ruwaybidhah. Pemimpin seperti ini dapat menjungkirbalikkan tatanan: orang jujur dikatakan pembohong, pembohong dikatakan jujur; pengkhianat dipercaya, orang yang bisa dipercaya malah dianggap pengkhianat (HR Ibnu Majah, Sunan Ibnu hadis nomor tidak mengikuti petunjuk dan Sunnah Rasulullah Faktanya, pada zaman ini, yang dijalankan oleh pemimpin bukanlah Islam (Sunnah Rasulullah SAW), melainkan demokrasi-sekuler yang kaum kafir Barat (Yahudi Nasrani). Kepemimpinan seperti as-sufaha' (kepemimpinan orang-orang bodoh). Siapa saja yang mengikuti kepemimpinan orang-'

Keterangan foto tidak tersedia.

Gambar mungkin berisi: teks

Gambar mungkin berisi: teks yang menyatakan 'berkehendak mengangkatnya. akan ada kekuasaan yang menggigit'. itu berkehendak. Kemudian mengangkat berkehendak mengangkatnya akan masa kekuasaan (diktator). Masa itu akan tetap ada selama Allah berkehendak. Kemudian mengangkat masa itu jika Dia berkehendak mengangkatnya. Lalu akan ada lagi masa Khilafah 'ala minhaj an-nubuwwah. Kemudian Nabi SAW diam (HR Ahmad). Hadirin jamaah jumah rahimakumullah, Berkaitan dengan kepemimpinan diktator (al-mulk al-jabri) dalam hadis tersebut, Syaikh Hisam al-Badrani menjelaskan bahwa kepemimpinan diktator bermakna kepemimpinan menegakkan hukum- kufur di negeri-negeri Muslim. Ini didasarkan pengertian mengenai al-mulk An-Nizham as-Siyasi 38) (Al-Badrani, al-Khilafah,'

Gambar mungkin berisi: teks yang menyatakan 'ciri-ciri penguasa diktator? Nabi menjelaskan Pertama, mempunyai kapabilitas memimpin masyarakat Pemimpin seperti ini oleh SAW disebut ruwaybidhah. Pemimpin seperti ini dapat menjungkirbalikkan segala nilai dan tatanan: orang jujur dikatakan pembohong, pembohong dikatakan orang jujur; pengkhianat dipercaya, yang bisa dipercaya malah dianggap pengkhianat (HR Ibnu Majah, Ibnu Majah, hadis nomor mengikuti petunjuk Sunnah Rasulullah Faktanya, dijalankan pemimpin bukanlah Islam (Sunnah Rasulullah melainkan sistem demokrasi-sekuler yang berasal dari kaum kafir Barat (Yahudi dan Nasrani). Kepemimpinan ini disebut oleh Nabi SAW dengan istilah imarah as-sufaha' (kepemimpinan orang-orang bodoh). Siapa saja yang mengikuti kepemimpinan orang-'

Gambar mungkin berisi: teks

Gambar mungkin berisi: teks

Keterangan foto tidak tersedia.

Gambar mungkin berisi: teks

Gambar mungkin berisi: teks

Gambar mungkin berisi: teks

Gambar mungkin berisi: teks

(jft/Buku Materi Khutbah)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...