19 December 2018

Menengok Universitas Islam Pertama di Nigeria

KONFRONTASI-500 unit perumahan berbaris sekitar dua kilometer sepanjang Katsina Dutsinma Road. Bangunan-bangunan tersebut dibangun oleh Pemerintah Negara Bagian Katsina pada tahun 2014. Tepat di seberang perkebunan di sisi barat adalah bangunan tem bok besar dengan gerbang indah yang dirancang dalam bentuk batu tulis (Allo)dengan Al-Qalam University yang ditulis dengan jelas. Itu adalah Universitas Al-Qalam, Katsina.

Dilansir di dailytrust.com.ng, sekitar satu dekade yang lalu, sebuah tonggak sejarah dicatat oleh Katsina Islamic Foundation. Mereka bergerak cepat untuk mengembangkan pendidikan formal Islami.

Tujuan pendiri Universitas Katsina adalah untuk mempertahankan kekua saan melalui ilmu pengetahuan dan ibadah. Setelah mendapatkan lisensi dari Pemerintah Federal Nigeria pada tahun 2005, universitas ini memiliki badan hukum. Universitas Al-Qalam pada mulanya dirancang untuk mata kuliah di bidang kemanusiaan dan sains.

Setelah universitas ini berada di bawah pemerintah, Gubernur Katsina Umaru Musa Yar'Adua menyumbangkan 264 hektare tanah untuk universitas tersebut. Sumbangan juga mulai mengalir dari berbagai pemangku kepentingan, termasuk dukungan dari para pemimpin garis depan seperti mantan Wakil Presiden, Al- haji Atiku Abubakar dan Kanselir, Alhaji (Dr.) Aminu Alhassan Dantata. Hingga saat ini lebih dari satu miliar Naira (mata uang setempat) mereka donasikan untuk lembaga pendidikan Islam ini.

Dukungan untuk Al-Qalam juga datang dari individu dan organisasi dari jauh dan dekat. Meskipun statusnya sebagai lembaga swasta, Universitas Al-Qalam menerapkan sistem dengan terstruktur, fungsional dan akuntabel di bawah payung pemiliknya Katsina Islamic Foundation.

Bukan rahasia bahwa Katsina memiliki warisan sebagai pusat beasiswa dan ke unggulan intelektual Nigeria utara. Sekolah Pelatihan Guru pertama di negara itu didirikan pada 1921, di mana sekelom- pok elit terkemuka di utara dilatih dan dibesarkan.

Oleh karena itu, penting bagi Katsina untuk terus maju dengan tradisi yang ada. Sehingga dapat menciptakan lingkungan pendidikan Islam yang terintegrasi de ngan baik ke dalam pengetahuan yang lebih luas. Bentuknya berupa sains, seni, humaniora, teknologi informasi, kewira usaha an dan sektor pengetahuan produktif lainnya.

Lembaga itu, menurut Wakil Kanselirnya, Profesor Shehu Ado lulusan dari univeritas ini memiliki kualitas terbaik yang tidak hanya memiliki moral, tetapi juga solusi permasalahan. Di manapun berada, mereka menjadi duta dan pelita bagi kehidupan masyarakat sekitar.

Nama, Al-Qalam, yang berarti 'Pena'diambil dari Al-Qur'an Surat 68 ayat 1. Pena menandakan pengetahuan, esensi, catatan, dan tulisan, seperti yang terdapat dalam Alquran. Ini juga merupakan simbol pendidikan dan pembelajaran serta menunjukkan pentingnya pengetahuan dalam Islam.[MR/ROL]

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...