16 June 2019

Menengok Masjid Perahu yang Terinspirasi dari Kisah Nabi Nuh

KONFRNTASI-Wisata religi ke masjid selama bulan suci Ramadan akan terasa sangat menyenangkan. Apalagi, jika masjid tersebut memiliki arsitektur bangunan yang unik, lain daripada yang lain. Di Jakarta, ada beberapa masjid favorit yang kerap menjadi destinasi religi favorit bagi umat muslim Ibu Kota. Tak semata-mata untuk beribadah, mereka datang ke sana juga untuk sekadar beristirahat sambil menunggu waktu berbuka puasa.

Salah satu masjid dengan desain arsitektur unik di Jakarta, yakni Masjid Al-Munada Darussalam atau yang akrab disebut Masjid Perahu. Masjid yang terletak di Jalan Casablanca, RT 3/RW. 5, Menteng Dalam, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan itu tak hanya unik dari segi bangunannya yang berbentuk perahu, namun juga punya cerita sarat makna di dalamnya.

Letak masjid ini juga terbilang cukup unik, dikarenakan posisinya cukup sulit diketahui orang-orang lantaran diapit oleh gedung-gedung tinggi yang ada di kawasan Kasablanka. Kemudian akses menuju masjid juga hanya bisa ditempuh dengan sepeda motor atau berjalan kaki.

Seorang pengurus masjid, Mulyono bercerita, Masjid Perahu berdiri sejak tahun 1963. Saat itu, masjid didirikan oleh KH Abdurrahman Massum. Pembangunan masjid dilakukan oleh sebab di kawasan Kasablanka dahulu masih sangat jarang ditemukan tempat ibadah kaum muslimin.

"Karena kebutuhan masyarakat masalah masjid yang jauh banget dan dibangunlah masjid ini di sini," ucap Mulyono.

Masjid yang memiliki luas 1.500 meter persegi itu dibuat sedemikian unik dengan ornamen perahu sepanjang sekitar 12 meter. Bangunan berbentuk perahu itu berfungsi sebagai tempat wudhu. Di bagian kiri diperuntukkan bagi tempat wudhu laki-laki dan sebelah kanan untuk perempuan. Sedangkan bagian depan kapal, terdapat satu ruang kecil untuk berzikir.

Mulyono menyebut, pembangunan masjid ini terinsiprasi oleh kisah Nabi Nuh Alaihissalam yang diceritakan dalam Alquran. Nabi Nuh pada zamannya membangun bahtera/perahu atas perintah Allah SWT untuk menyelamatkan dirinya dan keluarga, serta kaumnya yang beriman terjangan dari air bah. Tak hanya manusia, kawanan hewan juga turut diangkut dalam kapal berukuran besar yang dibuat sekitar tahun 2465 SM.

"(Masjid) Perahu dibangun terinspirasi dari peristiwa Nabi Nuh," kata dia.

Adapun bagian unik dari masjid ini yakni adanya lima tiang di sebelah kiri dan kanan yang dibangun tanpa besi dan hanya menggunakan batu bata. Lima tiang tersebut lanjut Mulyono, melambangkan lima rukun Islam.

Sedangkan untuk interior masjid, di bagian dalam terdapat empat tiang dengan ukiran kayu lalu di tembok dekat mihrab imam dihiasi ukiran kaligrafi berbahan kayu jati. Di sebelah kiri masjid terdapat ruangan berisi Alquran besar berukuran 2x1 meter dengan ketebalan 30 centimeter dan dikelilingi 16 batu koleksi sang pendiri masjid.

"Kubah masjid juga dilapisi emas seberat satu kilogram," katanya.

Masjid Perahu sendiri lanjut Mulyono, sudah pernah mengalami renovasi, namun tetap tidak mengubah bentuk keaslian dari masjid itu sendiri. Tak heran, jika Masjid Perahu menjadi tempat wisata rohani favorit bagi umat Islam apalagi di bulan suci Ramadan saat ini.

"Sering dikunjungi oleh masyarakat. Ada yang hanya untuk beribadah saja seperti salat wajib. Ada juga yang datang untuk beribadah dan sekadar melihat-lihat saja," tuturnya.[mr/okz]

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...