27 March 2019

Lezatnya Beribadah Karena Manisnya Iman

KONFRONTASI -  Malam itu berbondong-bondong orang membanjiri masjid. Tumpah ruah jemaah itu diwarnai tangis khusyu penuh rasa takut dan harapkan ampunanNya atas dosa yang pernah dilakukan. Sebuah fenomena menggembirakan, yang hadir di tengah kesemrawutan nilai dan tatanan di masyarakat kita sekarang ini.

Banyak orang yang beruntung, ikut dalam acara-acara tersebut yang merasakan sesuatu yang sangat berbeda. Sesuatu yang bisa mengenyangkan kelaparan nurani mereka. Sesuatu yang selama ini mereka cari. Tidak lain sesuatu itu adalah manisnya iman dan kelezatan dalam beribadah.

Perasaan yang kuat dan dalam yang mengiringi lantunan doa-doa kita dalam ibadah-ibadah kita, yang membekas, terhunjam dalam hati nurani kita, yang melahirkan rasa takut harap cinta dan ridho kepadaNya.

Perasaan yang selama ini hanya kita baca dari kisah Rasulullah dan para sahabatnya. Yang sering kali cuma membuat kita takjub tanpa bisa merasakannya. Cuma membayangkan orang-orang menangisi datangnya fajar karena keasyikan munajatnya terusik dengan datangnya fajar.

Tapi sekarang perlahan secara berjemaah kita bisa menikmatinya. Walaupun kesendirian kita ternyata belum utuh bisa mencapainya. Mungkin masih terlampau tebal debu kemaksiyatan menutupi nurani kita. Mungkin terlalu banyak keburukan yang kita tolerir melalui mata kita. Tapi satu yang pasti, perasaan itu mulai tumbuh di hati kita. Tinggal kita pupuk dan pelihara untuk menjadi harta terbesar kita.

Ya Allah tolonglah hambamu yang lemah ini dalam mengingatMu, bersyukur kepadaMu dan memberikan yang terbaik dalam pengabdian kepadaMu. []

Porkas Halomoan, Ketua Yayasan Wihdatul Ummah

(Juft/)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...