25 May 2017

Kota Yerusalem, Hikmah Toleransi Dalam Sosok Salahuddin Al Ayyubi

Konfrontasi – Kota Yerusalem tidak akan pernah melupakan momen sejarah 2 Oktober 1187. Sultan kharismatik Salahudin al-Ayyubi berhasil menguasai Yerusalem dari pengaruh non Islam.

Pengepungan Yerusalem terjadi pada 20 September sampai 2 Oktober 1187. Yerusalem direbut kembali dari tangan tentara Salib oleh umat Muslim. Tanda-tanda kekalahan pasukan salib sebenarnya sudah tercium sejak awal penyerangan. Banyak tokoh-tokoh pasukan Salib tertangkap, termasuk Raja Yerusalem, Guy de Lusignan.

Pada pertengahan September, Saladin  merebut kota Akko, Nablus, Jaffa, Toron, Sidon, Beirut, dan Ashkelon.

Saladin berhasil merebut Yerusalem setelah 88 tahun dikuasai Pasukan Salib. Tanggal ini juga memiliki makna simbolis khusus bagi Muslim karena bertepatan dengan tanggal 27 Rajab yaitu tanggal peringatan Isra dan Mikraj.

Kisah Salahuddin dan penaklukan Yerusalem tersebar di seluruh dunia. Dan ini adalah cerita tentang keberanian, toleransi dan keagungan akhlak. Saat pengepungan misalnya ia memberi kesempatan penguasa Kristen kota itu untuk menyiapkan diri agar mereka bisa melawan pasukannya dengan terhormat. Setelah pasukan Kristen sudah siap dengan segala persenjatan dan pertahanan barulah Salahuddin memerintahkan pasukannya untuk berperang.

Tak hanya itu setelah peperangan dimenangkan oleh pasukan Muslim dan banyak tawanan perang yang berhasil ditangkap, Salahudin malah membebaskan sebagian besar mereka, tanpa dendam. Padahal pada tahun 1099, ketika pasukan Perang Salib dari Eropa merebut Yerusalem, 70 ribu orang muslim kota itu dibantai dan sisa-sisa orang Yahudi digiring ke sinagog untuk dibakar.

Salahudin pun tidak membunuh warga beragama Kristen. Ia hanya mengusir para prajurit. dengan pembayaran uang tebusan yang ringan. Bahkan, Shalahuddin yang mengeluarkan uang tebusan itu dari kantongnya sendiri.

Sejumlah wanita Kristen dengan mendukung anak-anak mereka datang menjumpai Sultan dengan penuh tangis. Salahudin pun tergerak dan kemudian malah membebaskan suami-suaminya sekaligus mengembalikan harta kekayaanya. Nama besar Salahudin kemudian tak hanya tersebar di kalangan umat Islam. Negara-negara Eropa yang mendukung Perang Salib pun menghormatinya sampai saat ini.

 

Category: 

loading...


News Feed

Loading...