19 July 2019

Kenangan Mbah Moen Soal Gus Dur Ngaji di Sarang

KONFRONTASI - Kunjungan keluarga besar Gus Dur ke kediaman KH Maimoen Zubair di Sarang, Rembang, Selasa (20/2/2018) merupakan kunjungan balasan setelah sebulan sebelumnya, keluarga Mbah Moen bekrunjung ke Ciganjur, Jakarta Selatan.

Pertemuan dua keluarga besar almarhum KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dengan keluarga besar KH Maimoen Zubair di Pondok Pesantren Al-Anwar, Sarang, Rembang berlangsung guyub dan penuh kekeluargaaan.

Menurut Ibu Sinta Nuriyah Wahid, kunjungan dirinya bersama putrinya Anita Wahid ke kediaman Mbah Moen merupakan kunjungan balasan setelah sebulan sebelumnya, Mbah Moen bersama keluarga besar berkunjung ke kediamannya di Ciganjur, Jakarta Selatan.

"Sebenarnya saya sudah lama berencana untuk datang kemari, tapi kebetulan selalu berbenturan dengan jadwal Mbah Moen yang sering bepergian. Nah kemarin tiba-tiba malah Mbah Moen datang ke rumah, makanya ini merupakan balasan silaturahmi saya," sebut Sinta di sela-sela pertemuan.

Dalam kesempatan tersebut Ibu Sinta juga menggelar diskusi dengan civitas akademika STAI Al-Anwar, Sarang dan santri, Dalam dialog yang mengangkat tema "Santri Putri Ideal Indonesia" itu, Ibu Sinta mengajak para santri dan mahasiswa untuk meneladani perjuangan Gus Dur yang selalu menemani orang yang menderita dan tersisih.

Di akhir pertemuan, Ibu SInta memimpin bacaan syair yang populer di kalangan pesantren yakni "Syair al-I'tiraf" (ilahi lastu lil firdaus) karangan Abu Nawas sebanyak tiga kali dan diikuti serentak oleh para santri dan civitas akademika STAI Al-Anwar Sarang.

Sementara menurut Wakil Ketua Umum DPP PPP Arwani Tomafi yang trut serta dalam pertemuan tersbeut menyebutkan dalam pertemuan tersebut menunjukkan kedekatan hubungan antarkeluarga besar yang terajut cukup lama. "Tadi Mbah Moen cerita soal sejarah berdirinya Pondok Pesantren Al-Anwar Sarang. Tak lupa Mbah Moen juga mengenang, Gus Dur sebelum kuliah ke Mesir sempat ikut pengajian sorogan dengan mengaji kitab "Al-Adzkar al-Nawawi," cetus Arwani.

Menurut dia, pertemuan antara kedua keluarga besar tersebut menunjukkan keluhuran akhlak kedua keluarga besar dari kalangan pesantren tersebut. Arwani menyebutkan, tradisi saling berkunjung merupakan tradisi di kalangan santri. "Tidak ada tema politik," tandas Arwani.[ian]

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...