29 February 2020

Kejujuran: Muslim Amerika tak Pernah Menyesal Memeluk Islam

KONFRONTASI -  Lebih dari 1.000 orang memenuhi  Times Square di New York, Amerika Serikat, Ahad, (19/2). Mereka melakukan aksi massa solidaritas kepada umat Islam.

Aksi massa ini diikuti oleh sejumlah pemimpin agama antara lain Imam Shamsi Ali dari Jamaica Muslim Center, dihadiri oleh para rabi, imam, pastur, penganut agama Sikh, penganut Buddha, penganut Hindu, pastor, para politikus lokal, dan advokat hak-hak sipil.

Aktris ternama, Susan Sarandon, turut hadir dalam aksi massa tersebut. Seperti dilansir CNN, Putri Hillary Clinton,  Chelsea Clinton melalui Twitter-nya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang mengorganisasi acara ini.

"Terima kasih kepada semua pihak yang mengorganisir acara ini #saya Muslim juga hari ini, aksi massa solidaritas  Charlotte yang pertama, #tak ada larangan tak ada tembok tak ada serangan," ujarnya.

Presiden Foundation for Ethnic Understanding (FFEU) Rabi Marc Schneier mengatakan, hari ini saya Muslim juga. "Kita harus bergabung bersama di perempatan paling terkenal  di dunia Times Square, untuk membuat pernyataan bersama kapan pun saudara  Muslim kita dijelekkan, difitnah, didiskriminasi, dijadikan kambing hitam, korban kebencian, korban kekerasan, kita harus membela mereka. Makanya hari ini saya juga Muslim," katanya, seperti dilansir USA Today.

Aktivis Palestina Amerika, Linda Sarsour, mengatakan, ia tak pernah menyesal menjadi seorang Muslim. "Saya Muslim sepanjang hari dan setiap hari."

Saya, kata dia, tak merasa takut sebab rasa takut adalah pilihan maka ia memilih untuk berani. "Hari ini saya meminta kalian semua warga New York untuk memilih berani menghadapi rasa takut," ujarnya.(Jft/Fiqhislam.com)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...