7 December 2019

Keharusan Mencari Guru yang Mampu Mentraining Hati Kita

KONFRONTASI -  BEBERAPA waktu yang lalu saya duduk dengan Direktur Service Training Center, pusat pelatihan pelayanan yang melatih dan menyalurkan tenaga kerja terlatih ke perusahaan yang membutuhkan jasa mereka. Saya sempatkan bertanya tentang keunggulan tenaga kerja yang mereka latih dibandingkan dengan tenaga kerja yang belajar keahlian sendiri (otodidak) dan tentang sebesar apa permintaan pasar akan jasa terlatih itu.

Beliau menjawab "Tenaga kerja kami terlatih dalam bidangnya, bukan hanya keahliannya melainkan juga mental kerjanya. Lebih dari itu, mereka selalu berada dalam pengawasan kami. Sementara permintaan perusahaan kepada kami setiap tahun meningkat. Karena itu saya mendirikan pusat pelatihan ini. Perusahaan yang membutuhkan kami rata-rata adalah perusahaan bonavide."

Sepulang dari pertemuan itu saya sempat membaca kitab Tajul 'Arusy karya Ibn Athaillah As-Sukandari. Buku ini tentu saja bukan tentang pelayanan tenaga kerja, melainkan tentang hati dan nafsu dalam kehidupan. Di bagian menjelang akhir beliau menjelaskan pentingnya murabbi (pendidik) bagi setiap orang yang ingin menghamba dan melayani Tuhan.

Orang yang memiliki ulama sebagai pembimbing pasti berbeda dengan orang yang tak memiliki ulama sebagai guru dan pembimbing. Pembimbing yang baik adalah yang setiap saat fokus pada perkembangan yang dibimbing untuk kemudian melepaskannya jika sudah dianggap siap menghamba dan melayani sesuai SOP (prosedur standar yang berlaku).

Carilah guru (ulama) yang dianggap ahli dan mampu mentraining hati kita untuk bisa menjadi hamba pilihan. Taatlah ketika berada dalam bimbingan mereka. Maka pada saatnya kita akan menjadi "tenaga kerja ahli" yang mengabdi kepada Allah dan digaji oleh Allah berupa kebahagiaan dan kegembiraan hati. Salam, AIM, Pengasuh Pondok Pesantren Kota Alif Laam Miim Surabaya.


(Juft/Inilah)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...