13 December 2017

Keberanian Orang Beriman

Sudah menjadi sunnatullah, bahwa tabeat orang-orang beriman, berani membela yang benar dan siap berkorban untuk mempertahankan keyakinannya.

Tidak ada satu kaum di muka bumi ini yang mampu eksis dan berwibawa, apabila anggota-anggotanya tidak berani berkorban dan siap mati membela haknya. Cukuplah sebagai bukti, berapa banyak kaum yang punah, tidak berharga, disakiti, ditindas, dihina, dispelekan, lantaran tidak berani melawan, pengecut, sehingga gampang ditaklukkan dengan intimidasi atau sekadar iming-iming duit dan jabatan yang tak seberapa.

Karakter orang beriman, apabila ia dizalimi, dijajah, ditindas, dianiaya, dipersekusi. Atau disabotase, dijegal, dibubarkan aktivitasnya, maka dia melawan demi membela diri. Perlawanan dilakukan menurut kemampuan dan sesuai dengan persoalan yang dihadapi. Bisa dalam bentuk perlawanan hukum, debat, diplomasi, bisa juga dengan perlawanan fisik dan senjata. Tujuannya, supaya kezaliman tidak kian merajalela. Prinsipnya, orang beriman jangan diam menyaksikan kezaliman, jangan takut melawan hanya dengan alasan kelise, demi persatuan. Persatuan hanya bisa dibangun di atas keadilan, bukan kezaliman.

Firman Alkah Swt: "Apabila orang-orang beriman dizalimi oleh orang lain, mereka melawan untuk membela diri. Siapa saja yang melawan orang yang berbuat zalim, maka orang itu tidak berdosa dan tidak tercela sedikitpun." (Qs. Asy-Syuura, 42:39, 41).

Jogjakarta, 8/11/2017
ISA

Tags: 
Category: 

SCROLL KE BAWAH UNTUK MEMBACA BERITA LAINNYA


loading...

Related Terms



loading...

Baca juga


Loading...