8 December 2019

Ini Perbedaan Zakat, Infaq, Sedekah, dan Wakaf

Kita sering mendengar istilah Zakat, Infaq, Sedekah, dan Wakaf. Akan tetapi, apakah kita sudah tahu perbedaannya, sehingga kita bisa mengamalkannya dengan benar? Mari kita simak satu per satu penjelasannya.

~ SEDEKAH

Kita mulai dengan Sedekah. Sedekah adalah segala kebaikan yang kita lakukan. Senyum itu sedekah, membantu kesulitan orang lain juga sedekah, menyingkirkan batu di jalan juga sedekah, ibu menyusui anaknya juga sedekah, istri melayani suaminya juga sedekah, suami menafkahi keluarganya juga sedekah, memberikan harta kepada orang lain yang membutuhkan juga sedekah, shalat dhuha juga sedekah, dan segala jenis kebaikan yang lainnya yg hanya karena Alloh semata.

~ INFAQ

Infaq adalah sedekah yang dalam bentuk harta benda.

Misalkan kita memberikan uang kepada orang yang membutuhkan, memasukkan uang ke kotak masjid, memberikan barang bermanfaat untuk orang atau lembaga yang membutuhkan, dan lain sebagainya.

Hukum infaq adalah sunnah. Tidak ada batasan jumlah dalam berinfaq, semampunya. Tidak ada ketentuan waktu juga dalam berinfaq, kapan saja boleh. Orang yang kaya dan miskin juga dianjurkan untuk berinfaq. Dalam kondisi lapang maupun sempit juga dianjurkan untuk berinfaq.

~ ZAKAT

Zakat adalah sedekah yang wajib, sedekah yang ditarik. Zakat bukan kedermawanan, melainkan sebuah KEWAJIBAN bagi seseorang yang sudah memenuhi kriteria.

Menurut bahasa, kata zakat berarti tumbuh, berkembang, subur, atau bertambah. Dalam Al-Quran disebutkan,

“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan menyucikan mereka, dan mendo`alah untuk mereka. Sesungguhnya do`a kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”
(QS. At-Taubah : 103)

Menurut istilah zakat merupakan pengambilan tertentu dari harta yang tertentu, menurut sifat-sifat tertentu, dan untuk diberikan kepada golongan tertentu.

Zakat merupakan salah satu rukun islam diantara empat rukun lainnya. Jadi, menunaikan atau membayar zakat hukumnya wajib seperti kewajiban mengerjakan shalat, puasa, dan haji.

Selain sebagai bentuk ibadah seorang individu kepada Allah, zakat juga mempunyai fungsi sosial untuk membantu golongan yang berhak.

Siapa saja orang-orang yang berhak menerima zakat? Berikut ini 8 golongan orang Islam yang berhak menerima zakat:

1. Fakir (orang yang tidak memiliki harta)

2. Miskin (orang yang penghasilannya tidak mencukupi)

3. Riqab (hamba sahaya atau budak)

4. Gharim (orang yang memiliki banyak hutang)

5. Mualaf (orang yang baru masuk Islam)

6. Fisabilillah (pejuang di jalan Allah)

7. Ibnu Sabil (musyafir dan para pelajar perantauan)

8. Amil zakat (panitia penerima dan pengelola dana zakat)

 

Jenis Zakat

Zakat dibagi dalam dua jenis, yaitu: zakat nafs (jiwa) atau yang lazim disebut zakat fitri (zakat fitrah) dan zakat maal (harta).

•• Zakat Fitrah

Zakat fitrah adalah zakat yang wajib dikeluarkan oleh setiap muslim kaya atau miskin, laki-laki maupun perempuan, dewasa maupun anak-anak, bahkan bayi yang baru lahir, sebelum memasuki Hari Raya Idul Fitri, atau tepatnya sebelum dilaksanakan Shalat Idul Fitri.

••Zakat Maal (Harta)

Pengertian maal menurut istilah syari’ah, maal adalah segala macam benda (materi) berupa kekayaan yang dapat dimiliki (dikuasai) dan dapat dipergunakan atau dimanfaatkan menurut kelazimannya.

Artinya, segala sesuatu baru dapat dikatakan sebagai harta kekayaan jika bisa bisa dimiliki, dihimpun, dikuasai, disimpan dan bisa dimanfaatkan, seperti rumah, pabrik, mobil, uang, emas-perak, hasil perkebunan, hasil peternakan, hasil pertanian, hasil pertambangan dan lainnya.

~ WAKAF

Wakaf adalah sedekah yang dalam bentuk aset. Wakaf bisa berupa uang, tanah, rumah, gedung, rumah sakit, hotel, masjid, dan bangunan produktif lainnya.

Wakaf sendiri berarti menahan bentuk pokok dan menjadikannya untuk fi sabilillah sebagai bentuk qurbah (pendekatan diri pada Allah).

Aset wakaf tak boleh berkurang nilainya, melainkan harus dikembangkan secara syariah sehingga bisa menghasilkan keuntungan. Hasil dari pengembangan wakaf tersebut digunakan untuk kepentingan umat melalui berbagai program sosial.

“Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu) sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, dan do’a anak yang shalih.”
(HR Muslim)

Sekarang sudah tahu kan, apa beda antara Zakat, Infaq, Sedekah, dan Wakaf. Kalau sudah memahami, maka *yang lebih penting lagi adalah mengamalkannya.

“kita sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kita menafkahkan sebagian harta yang kita cintai dan apa saja yang kita nafkahkan, maka sesungguhnya Allah mengetahuinya.”
(QS. Ali Imran : 92).[***]

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...