19 December 2018

Ini Keutamaan Asiyah, Istri Fir'aun di Mata Rasulullah Saw

KONFRONTASI -   SUDAH menjadi sunatullah bila Allah menyingkap kesalahan hamba-Nya tatkala hamba tersebut melalaikan hukum-hukum-Nya, khususnya menentang rubbubiyah Allah dan uluhiyah-Nya, di antaranya apa yang terjadi pada seorang thaghut Mesir yang mengaku mempunyai sifat uluhiyah (ketuhanan) dan rububiyah (pengatur alam).

Allah Subhanahu wa Taala telah menyingkapnya pada kejadian-kejadian yang banyak sekali, dan Allah Subhanahu wa Taala telah mengakhirkan kehancurannya dan kehancuran bala tentaranya dengan ditenggelamkan di laut.

Di antaranya dia mencari anak kecil laki-laki karena mendapat wangsit dari dukunnya bahwa ada seorang anak yang kelak akan menghancurkan kekuasaannya. Namun Allah justru mengirim anak kecil itu ke istananya, melalui kecintaan hati sang ratu, dia diasuh di istana Firaun, Firaun pun ikut memelihara serta menjaganya dan memberi harta kepada ibunya sebagai imbalan atas persusuannya.

Termasuk di antaranya keimanan istri Firaun kepada Allah dan ajaran yang dibawa oleh Nabi Musa alaihissalam, sehingga dia disiksa dengan siksaan yang sangat, dan meminta kepada Allah Subhanahu wa Taala keselamatan dari siksa. Allah berfirman,

"Dan Allah membuat istri Firaun perumpaan bagi orang-orang yang beriman, ketika itu berkata: "Ya Rabbku, bangunkanlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu, dan selamatkanlah aku dari Firaun dan perbuatannya, dan selamatkanlah aku dari kaum zhalim." (QS. At-Tahrim: 11)

Tatkala Firaun mendapati keimanan istrinya, dia mengikatnya dengan empat pasak di kedua tanganya dan kedua kakinya. Ini termasuk siksaan yang menyakitkan lagi pedih.

Oleh karena itu, dia berdoa kepada Rabb-nya agar selamat dari Firaun serta perbuatannya dan diselamatkan dari kaum yang zhalim dengan membawanya ke tempat tinggal yang kekal dalam surga yang penuh dengan kenikmatan.

Allah Taala memberikan perlindungan kepada wainta shalihah lagi mulia tersebut dengan mengirim malaikat yang menaunginya tatkala dia ditinggal pergi oleh tentara Firaun yang menyiksanya. Malaikat itu juga menghibur hatinya dengan memperlihatkan rumahnya di surga ketika dia disiksa.

Wanita ini telah membuktikan kepada Firaun akan kehinaan sang raja yang zalim tersebut. Dia telah beriman kepada Allah Subhanahu wa Taala sebagai Ilah dan Rabb. Dia mengingkari uluhiyah dan rububiyah Firaun.

Seandainya dia adalah Ilah sebagaimana pengakuannya, tentunya istrinya tidak akan keluar dari ketaatannya, dan dia pasti bisa mengembalikan istrinya agar mengikuti kemauannya. Namun ternyata istrinya memilih beriman kepada Allah Subhanahu wa Taala.

Inilah kisah wanita shalihah zaman dahulu yang hidup di sebuah istana raja tetapi bisa membuahkan ibrah (pelajaran) yang banyak untuk umat sesudahnya. Nabi kita Muhammad shallallahu alaihi wa sallam telah menyifati Asiyah istri Firaun termasuk wanita yang sempurna.

Dari Abu Musa al-Asyari radhiallahuanhu berkata, Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam bersabda,

"Laki-laki yang sempurna banyak jumlahnya, dan tidak ada yang sempurna dari wanita kecuali Asiyah istri Firaun dan Maryam binti Imran. Keutamaan Asiyah dibandingkan wanita lainnya seperti keutamaan bubur tsarid dibanding semua makanan." (HR. Bukhari, no.5418 dan Muslim, no.2431)(Juft/Inlh)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...