13 December 2019

Hati dan Jantung Spiritual

Konfrontasi - Hati yang dimaksud oleh para Sufi bukanlah organ jasmani dengan nama itu.
Jantung jasmani adalah sepotong daging yang terletak di sebelah kiri tubuh
di bawah tulang rusuk. Alasan pemakaian istilah hati untuk menggambarkan
jantung spiritual adalah karena hubungannya dengan jantung jasmani.

Jantung jasmani berada dalam kondisi perubahan yang tetap, yang mengatur
perubahan perubahan antara darah arteri atau darah yang bersih dan darah
vena atau darah yang kotor. Hati spiritual juga berada dalam kondisi
perubahan yang tetap, yang mengatur arus bolak balik antara pengaruh ruh
yang bersih dan pengaruh nafsu yang kotor. Inilah tempat hati mendapatkan
nama Arabnya, qalb, dari akar kata q-l-b, yang berarti memutar atau
mengganti.
Jantung jasmani memberikan darah kepada pembuluh pembuluh arteri dan
menerima darah kotor dari pembuluh vena; ini sangat penting untuk proses
pemurnian tubuh manusia. Demikian juga, hati spiritual menerima perangai
perangai yang kotor dari nafsu dan membersihkannya dengan bantuan ruh, yang
akan mengubahnya menjadi perangai perangai karakter spiritual, untuk
memelihara kehalusan jiwa seseorang. Pada dasarnya, hati merupakan titik
tengah antara realita jiwa yang bersih dan karakter nafsu yang kotor.

Sebagaimana kehidupan jasmani dari setiap orang berhubungan dengan jantung
jasmani, sehingga jika jantung itu rusak maka orang tersebut akan sakit,
atau jika jantung itu berhenti bekerja maka orang tersebut akan mati,
demikian juga kehidupan spiritual setiap individu berhubungan erat dengan
hati spiritual, sehingga jika hati ini menjadi sakit karena pengaruh
karakter karakter nafsu, orang menjadi bersikap buruk, dan jika hati ini
menjadi dikendalikan sepenuhnya oleh nafsu, maka kehidupan spiritual dari
individu akan berhenti.
Jantung jasmani merupakan sebuah tempat pertukaran antara pembuluh vena
yang membawa darah kotor dan pembuluh arteri yang membawa darah bersih yang
kaya dengan oksigen, yang merupakan udara bersih paru paru, pernapasan.
Hati spiritual juga demikian, merupakan sebuah tempat pertukaran antara
kekuatan kekuatan nafsu yang kotor dan kekuatan-kekuatan ruh yang bersih,
pernapasan spiritual. Jantung jasmani disebut demikian karena lokasinya
yang relatif terpusat dalam tubuh. Dengan cara yang sama, hati spiritual
disebut demikian karena dalam proses penyempurnaan jiwa individu dia
memainkan peranan pada titik tengah antara nafsu dan ruh.

Seperti jantung jasmani mempertahankan fungsi tubuh yang senantiasa
berlangsung terus menerus melalui kerjanya yang terus menerus dan secara
spontan, hati spiritual secara terus menerus mengatur temperamen dan
perbuatan perbuatan psikologis. Jantung jasmani mengatur tubuh jasmani,
sedangkan hati spiritual mengatur jiwa.

Hati spiritual disebut qalb karena peralihannya melalui tahap tahap dari
beberapa kea daan dalam proses perkembangan menuju ke arah kesempurnaan.
Keadaan keadaan yang dimaksud itu merupakan anugerah dan hal-hal yang
dianugerahkan oleh Allah tidaklah terbatas jumlahnya, perubahan dan
perkembangan yang dilakukan seseorang dalam jalannya menuju kepadaNya,
dengan semua permutasi Yang Maha Indah dan Yang Maha Berkehendak,
bervariasi secara tidak terbatas. (MH 97)
Hati disebut qalb karena merupakan bagian perwujudan dari aspek aspek Allah
yang berbeda beda, yang menggambarkan suatu aspek yang berbeda pada setiap
saat, yang beralih (munqalib) dari Sifat ke Sifat. Hati ini juga beralih
antara aspek hati yang berhubungan dengan Allah dan aspek hati yang
berhubungan dengan makhluk. Yaitu, dia menerima anugerah dari Allah dan
menyampaikannya kepada makhluk. (SGR 4)

Hati adalah tempat
Perwujudan Tuhan;
Bagaimana orang dapat menyebut
sebuah hati sebagai rumah setan?

Pergi dan buanglah
benda benda jasmani itu
Yang kausebut sebagai hati
kepada anjing anjing!
(Nurud Din Isfarayini-KAM 137)

Tidak Semua Orang Memiliki Hati
Perlu dicatat bahwa di antara semua makhluk yang diciptakan, hanya manusia
yang memiliki hati spiritual.
Namun demikian, dari sudut pandang perkembangan jiwa, sebagian besar
manusia mengalami perkembangan tidak lebih dari maqam dari sifat materi
(tab') atau nafsu. Hanya segelintir manusia yang telah mencapai tingkat
perkembangan hati yang dapat dikatakan bahwa mereka memiliki sebuah hati. (ar)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...