22 September 2019

Haji Tak Sekedar Ritual

KONFRONTASI-Haji bukan sekadar ritual ibadah. Ia memiliki rangkaian sejarah panjang dari zaman Nabi Adam, Ibrahim, hingga Muhammad. Selain itu, haji juga mesti dipahami menyimpan banyak makna dan pesan, di antaranya adalah semangat perlawanan terhadap penindasan, serta pesan persatuan Islam.

"Dulu, terutama sejak abad 19 sampai pertengahan 20, ketika negara-negara berbasis Muslim menjadi jajahan para kolonial seperti Inggris, Belanda, Perancis, atau Jepang, haji menjadi momentum yang sangat strategis untuk menggelorakan semangat nasionalisme melawan kaum penindas," kata pengajar di King Fahd University of Petroleum and Minerals Sumanto Al Qurtuby saat dihubungi Metrotvnews.com, Jumat (2/9/2016).

Pada masa itu, haji menjadi sesuatu yang dianggap ancaman bagi kelompok penjajah. Ide-ide Pan-Islamisme laku keras karena kaum Muslim dari berbagai negara memiliki nasib dan tantangan yang sama berkumpul dalam satu momentum ibadah haji. 

"Sunni-Syiah dan berbagai mazhab Muslim juga bersatu untuk melawan kaum penjajah," kata dia. 

Sayangnya, kata intelektual Muslim asal Indonesia itu, kini semangat perlawanan terhadap penindasan yang bisa diperoleh dari ritual haji mulai luntur. Nasib dan tantangan umat Islam terletak di masing-masing negara. 

"Ada negara yang miskin, ada yang makmur. Ada yang konflik terus, ada yang adem ayem. Apalagi rezim penindas mereka sama-sama Muslim, jadi tambah ruwet," ujar Sumanto.

Umat Islam hari ini lebih disibukkan untuk bertarung melawan kalangan sendiri, saling hujat, saling menyerang hanya karena berbeda pandangan. "Dalam konteks dunia Islam dewasa ini, saya melihat fungsi sosial haji menjadi mandul," kata dia.

Secara umum, keseluruhan masyarakat Muslim di Timur Tengah tidak lagi memahami haji sebagai gerakan sosial. Haji, kata Sumanto, oleh mereka hanya dipahami sebagai ibadah ritual tahunan. 

"Padahal, melalui rukun Islam kelima ini umat Muslim dapat membangun kekuatan untuk mewujudkan perdamaian global," ujar dia. 

Haji juga perlu dimaknai sebagai simbol pengorbanan individu demi kepentingan sosial-kemanusiaan yang lebih luas. Menurut Sumanto, berbagai ritual yang terdapat dalam ibadah haji melambangkan semangat pengorbanan individu dan penghancuran ego guna mewujudkan tatanan dunia yang lebih damai, adil, egaliter, dan manusiawi. [mr/mtv]

Tags: 
Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...