23 January 2019

Dr Jerald Dirks, Sang Mantan Pendeta Masuk Islam

Konfrontasi - Perenungan yang mendalam akhirnya mengantarkan Dr Jerald Dirks kepada hidayah Islam. Peristiwa penting itu terjadi ketika ia dan istrinya sedang menikmati liburan di Timur Tengah, 22 tahun yang silam.

Sebelum memutuskan menjadi Muslim, Dirks adalah seorang diaken (pendeta) Gereja Methodist Bersatu di AS. Dia meraih gelar master di bidang teologi dari Universitas Harvard, kemudian doktor di bidang psikologi dari Universitas Denver.

Selepas menjalani pendidikan seminari di Harvard, Dirks seharusnya mempunyai kesempatan besar menjadi pelayan gereja yang handal. Namun, daya intelektualnya justru mendorong laki-laki itu untuk mengkritisi kembali doktrin-doktrin gereja yang dia dapatkan di kampus.

Banyak pengetahuan sejarah agama Kristen yang diperoleh Dirks selama belajar di Harvard. Mulai dari sejarah pembentukan gereja-gereja ‘arus utama’ (Katolik dan Prostetan) yang awalnya dipengaruhi oleh berbagai faktor geopolitik, hingga evolusi konsep ketuhanan Isa al-Masih dalam iman Kristiani.

“Saya juga menemukan fakta sejarah mengenai keberadaan gereja-gereja awal yang menolak konsep trinitas (tuhan bapak, tuhan anak, dan roh kudus). Selain itu, saya juga mendapati banyak teks Bibel yang saling bertentangan antara satu dan yang lainnya,” tutur Dirks seperti dikutip the Islamic Bulletin.

Semua itu membuat Dirks mempertanyakan kembali kebenaran dogma Kristiani yang dianutnya sejak kecil. Konsep keyakinan yang menurutnya begitu sarat dengan pengaruh paganisme, politeisme, dan pertimbangan geopolitik dari zaman dulu.

Dia pun tak menampik, banyak lulusan seminari yang kemudian enggan menjadi pelayan gereja. Itu lantaran mereka menyadari bahwa apa yang mereka yakini selama ini ternyata jauh dari kebenaran.

“Termasuk juga saya, yang lebih memilih melanjutkan studi di bidang psikologi klinis, daripada mengisi mimbar di gereja,” ujarnya. (rol/ar)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...