23 March 2019

Di Negeri Tetangga, Turis Asing Ramai Yang Masuk Islam

 Keterangan Gambar: 2 Turis asal Rusia Ini Masuk Islam karena 'Numpang Tidur di Masjid'

 

KONFRONTASI -   PARIWISATA islami Malaysia melalui Activity Mosque Tour Visiting Hour yang dikemas dalam Islamic Outreach Kuala Lumpur (KL) dan dilaksanakan Mosque Guide Volunteer di bawah pengawasan Angkatan Belia Islam Malaysia (ABIM), sungguh sangat layak ditiru. Apalagi kita pun di Aceh telah mendeklarasikan Aceh sebagai spiritual and historical destination ( wisata spritual dan sejarah) bagi pariwisata dunia seperti disepakati dalam Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Daerah Aceh 2010. Malah Kota Banda Aceh pun telah menabalkan diri sebagai Bandar Wisata Islami Indonesia.  

Di Malaysia ada enam masjid besar yang ditetapkan sebagai islamic tourism objects, yaitu: 1) Masjid Jame’ yang tertua di KL, 2) Masjid Negara Malaysia di KL, 3) Masjid Putra Jaya, 4) Masjid Tuanku Mizan Zainal Abidin, 5) Masjid Wilayah Persekutuan di KL, dan 6) Masjid Sultan Salahuddin di Shah Alam.  
Di dekat pintu gerbang masjid disediakan sebuah counter khusus turis dilengkapi poster besar Surah Al-Ikhlas dan terjemahannya dalam bahasa Inggris tentang Keesaan Allah swt, plakat bertulisan besar tentang Nabi Muhammad saw, brosur-brosur tentang Alquran, tentang Nabi Isa as, dan brosur lain tentang Islam untuk turis asing nonmuslim yang disediakan secara gartis.

 

Di sini terdapat buku tamu yang telah ditandatangani oleh lebih 800 pengunjung sejak tahun 2002. Ada pula satu celengan besar yang unik dan luks berbentuk masjid terbuat dari stainless, dikhususkan bagi turis yang ingin berinfak.
Melalui counter ini turis nonmuslim diizinkan melihat bangunan masjid dari dekat hingga di teras masjid (tak diizinkan masuk ke ruang shalat). Mereka disediakan selusin jilbab warna-warni dan pakaian khusus jubah berkancing depan agar mudah dikenakan. Warnanya khas terbatas: pink, lila, dan biru dongker. Turis disambut senyum ramah petugas Mosque Guide Volunteer/ABIM yang menyampaikan tata tertib berkunjung ke masjid, sambil menyelipkan sedikit dakwah tentang Islam, agama yang cinta damai.
Saya lihat sebagian besar turis terkesima dengan keindahan, kebersihan dan kenyamanan suasana masjid. Mereka berulang-ulang berucap “interesting”, “amazing”, “what a comfortable place”, “what a nice dress”, “ I love it “ dan saya sempat pula berdialog dengan seorang turis asal Australia dan dua orang dari Jerman.
Renie, wanita sekitar 30 tahun asal Austaralia mengatakan ia baru pertama kali ke Malaysia. Tujuannya langsung ke Masjid Jame’ KL karena ia mendapat informasi tentang keunikan dan nyamannya masjid itu. Renie yang pernah berkunjung ke India mempelajari Hindu dan Islam, mengaku sangat tertarik dengan kehidupan Islam di India dan ingin melihat pula bagaimana di Malaysia. Begitu pula beberapa turis lain dari Jerman, Jepang, Cina, dan Inggris.


Petugas dari ABIM hari itu, Encik Zainal didampingi Haji Abdurrahman bin Ismail yang saya temui di counter turis Masjid Jame’, memperlihatkan buku tamu yang ditandatangani ratusan turis. Menurutnya, setiap tahun selalu ada turis yang masuk Islam di masjid ini dan tercatat dalam buku tamu sudah puluhan orang mengucapkan kalimah syahadat, langsung setelah berkunjung ke Masjid Jame’ KL.
Tahun lalu ada enam orang dari Amerika Latin, India, dan Inggris yang mengucap syahadat di masjid ini. Namun, yang paling ramai turis masuk Islam adalah di Masjid Negara Malaysia. Di masjid negara ini kelihatan lebih intens kegiatan ini, saya amati banyak sekali wanita muslimah sebagai  petugas (guides) yang melayani para turis dengan lemah lembut dan penuh senyuman sehingga sangat menarik bagi siapapun yang datang.   
Selayaknya Pemerintah Aceh dalam hal ini Disbudpar Aceh bekerja sama Disbudpar kabupaten/kota serta stakeholders seperti HPI Aceh atau yang lainnnya untuk menerapkan program yang hampir serupa di masjid kebanggaan kita, Masjid Raya Baiturrahman, Masjid Baiturrahim Ulee Lheue, Masjid Rahmatullah Lampu’uk, dan masjid-masjid bersejarah lainnya di seluruh Aceh.

 


Kita harapkan dengan program Islamic Outreach melalui Mosque Tour Visiting Hour seperti ini insya Allah akan banyak nonmuslim masuk Islam di Aceh, sehingga di samping berdampak positif bagi ekonomi rakyat, juga yang lebih penting lagi melalui sektor pariwisata kita gapai ridha Ilahi.(KONFT/SERAMBI)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...