25 August 2019

Apa Hukum Shalat Tarawih Dengan Membaca Mushaf?

Tanya;  

 
Apa hukum membaca Al Qur’an dengan Mushaf pada saat sholat Tarawih?

Jawab :

Para ulama berbeda pendapat tentang hukumnya. Sebagian ulama memakruhkannya dan mayoritas ulama membolehkannya. Dalam kitab “Qiyaamul Lail dan Qiyaam Romadhoon” karya asy-Syaikh al-‘Alaamah Muhammad bin Naashr al-Marwaziy dari Ibnu Abi Maliikah bahwa Dzakwaan Abu ‘Amr –Aisyah rodhiyallahu anha akhirnya memerdekakannya- pernah mengimami Aisyah rodhiyallahu anha dan orang yang bersamanya pada bulan Romadhon dengan membaca Mushaf (HR. Bukhori dengan mu’alaq, disambungkan oleh Ibnu Abi Syaibah-pentahqiq).

Ibnu Syihaab (az-Zuhriy) pernah ditanya tentang seorang yang mengimami sholat di bulan romadhon dengan membaca dari mushaf? Beliau menjawab : ‘kami senantiasa mengerjakan hal itu sejak mengenal Islam. Orang-orang terbaik kami membacanya dari mushaf’.

Dari Ibrohim bin Sa’ad dari Bapaknya bahwa bapaknya menyuruhnya untuk mengimami keluarganya untuk sholat Tarawih, lalu menyuruhnya untuk membaca dari mushaf dan bapaknya berkata : ‘perdengarkan untuk kami bacaanmu!’.

Dari Ayyub dari Muhammad bahwa ia berpendapat tidak mengapa seorang mengimami jama’ah sholat
sunnah dengan membaca dari mushaf.

Athoo’ berkomentar tentang seorang yang sholat tarawih dengan membaca dari mushaf, kata beliau, tidak mengapa.

Yahya bin Sa’i al-Anshoriy berkata : ‘tidak mengapa membaca dari mushaf pada saat sholat Tarawih ’.

Ibnu Wahhab berkata : ‘Imam Maalik pernah ditanya tentang sebuah kampung yang tidak ada orang yang hapal seluruh Al Qur’an, apa pendapatmu, jika mereka sholat dengan membaca mushaf, maka Imam Malik menjawab, tidak masalah’.

Dalam kitab al-Muntaha dan Syarahnya tertulis : ‘bagi orang yang sholat membaca dengan melihat mushaf. Imam Ahmad berkata : ‘tidak mengapa seorang yang mengimami manusia ia membaca dengan melihat mushaf’, beliau ditanya lagi, bagaimana dengan sholat fardhu? Jawab beliau, aku tidak pernah mendengar tentang ini sedikitpun’.

Imam az-Zuhriy ditanya tentang seorang yang mengimami sholat Tarawih dengan membaca mushaf? Beliau menjawab : ‘orang terbaik kami membacanya dari mushaf’.

Ulama yang memakruhkan membaca dari mushaf adalah Mujahid, Ibrohim dan Sufyaan, mereka memakruhkan seorang yang mengimami sholat Tarawih membacanya dari mushaf, khawatir tasyabuh dengan ahli kitab.

Muhammad bin Nashr dalam kitabnya Qiyaamul Lail wa Qiyaamu Romadhoon wa Kitaabu Witr berkata : ‘hanyalah ulama yang memakruhkan, karena memandang ini adalah perbuatan ahli kitab, maka mereka memakruhkan kaum Muslimin tasyabuh dengan mereka’.

Maka dapat dijawab pendapat yang mengatakan bahwa hal tersebut tasyabuh yaitu, membaca Al Qur’an sangat jauh berbeda dengan membaca buku-buku Hisab dan buku-buku lainnya, karena membaca Al Qur’an termasuk amalan sholat, sedangkan membaca buku-buku hisaab bukan termasuk amalan sholat.

Fatwa Lajnah Daimah no. 579 ditandatangani oleh Abdur Rozak Afiifi (wakil Ketua), Abdullah bin Ghudyaan (anggota) dan Abdullah bin Sulaiman bin Manii’ (jft/ZonaMuslim.net).
Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...