8 December 2019

Al-Qur’an dan Sains: AIDS dan Pengharaman Zina

KONFRONTASI -   Sejak dulu kala Islam telah melakukan pengharaman zina sebab berzina lebih banyak mudaratnya. Salah satunya menyebarkan penyakit AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome).

Bahkan penyakit AIDS hingga saat ini belum ada obatnya. Allah SWT memerintahkan kita untuk tidak merusak diri dengan sering berzina.

Firman Allah dalam Surat Ar-Rum Ayat 41-42

ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ

Artinya: Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).

Diriwayatkan dari Abdullah ibn Umar ia berkata, “Rasulullah datang kepada kami, beliau bersabda, ‘Wahai kaum Muhajirin, ada lima hal yang harus kalian waspadai saat kalian diuji dengannya—aku berlindung kepada Allah agar kalian tidak mengalaminya; tidaklah perzinaan merajalela di tengah satu kaum hingga mereka melakukannya secara terbuka kecuali akan menebar di tengah mereka wabah penyakit dan kelaparan yang tidak pernah dialami manusia sebelum mereka; tidaklah mereka mengurangi timbangan dan takaran kecuali mereka akan mengalami kekeringan dan kesulitan pangan serta kezaliman penguasa atas mereka; tidaklah mereka menolak membayar zakat harta mereka kecuali akan diharamkan bagi mereka untuk menerima tetesan air hujan dari langit. Sekiranya tidak ada bintang, niscaya mereka tidak akan diberi hujan; dan tidaklah mereka melanggar janji Allah dan Rasul-Nya kecuali Allah akan memudahkan musuh mereka untuk menguasai dan mengalahkannya sehingga apa yang di tangan mereka akan dirampas; dan tidaklah imam dan pemimpin mereka menghukumi dengan kitab Allah dan memilih-milih apa yang diturunkan Allah kepada mereka kecuali Allah akan menjatuhkan petaka atas mereka dari tengah mereka sendiri.” (HR. Ibnu Majah).

Dikutip dari Buku Pintar Alquran dalam Sains, Mengerti Mukjizat Ilmiah Firman Allah, Dr Nadiah Thayyarah, ilmu pengetahuan modern telah membuktikan kebenaran hadist di atas dan kebenaran kenabian Muhammad.

Manusia tidak mengetahui hakikat dan fakta tentang hadist di atas kecuali sejak dua dekade terakhir, di mana perzinaan merajalela dan penyakit seksual yang tidak pernah ada sebelumnya merebak. Semua itu akibat praktik perzinaan yang dilakukan secara terbuka.

Penyakit Sipilis muncul pertama kali pada saat perang antara Italia dan Prancis. Kala itu, perzinaan merebak di kalangan tentara mereka.

Orang Italia menamakan penyakit ini penyakit Prancis. Dan ketika imperialisme Barat menjajah negeri-negeri Arab, mereka menularkan penyakit ini, sehingga orang Arab menyebutnya Ad-Da’ al Faranji (penyakit Perancis).

Di zaman modern, penyakit herpes (cacar) mulai muncul sebagai wabah seksual yang penyebarannya demikian luas. Di Amerika, penderita penyakit ini mencapai setengah juta orang setiap tahun.

Hasil gambar untuk Al-Qur'an dan Sains: AIDS dan Pengharaman Zina

Riset ilmiah menyimpulkan terdapat 25 jenis penyakit baterial dan virus yang menular melalui hubungan seks bebas. Seks bebas dapat menimbulkan berbagai penyakit menular, di antaranya penyakit AIDS, sipilis, gonorrhoea (kencing nanah), infeksi hati, mikosis (infeksi akibat jamur), trikomoniasis, dan penyakit klamidia.



Penyakit AIDS dan kekebalan tubuh

Penyakit ini amat berbahaya dan dapat menyerang perempuan dan laki-laki. AIDS telah merenggut jutaan nyawa manusia, atau menjadikan mereka pasien abadi di rumah-rumah sakit dan tempat karantina hingga mati.

Hasil gambar untuk Al-Qur'an dan Sains: AIDS dan Pengharaman Zina

Penyakit ini menyebar di seluruh dunia tanpa terkecuali. Penyakit AIDS mencul karena fenomena seks bebas, sodomi, homoseksualitas, narkotika, dan praktik pembuatan tato.

Penyakit ini pertama kali ditemukan di Amerika pada 1981. Ketika itu, jumlah kasus AIDS yang muncul baru lima kasus. Kemudian jumlahnya bertambah hingga 35 kasus. Pada 1984, terdapat sekitar 12.000 orang terjangkit penyakit AIDS, setengah dari mereka bahkan meninggal dunia.

Pada tahun 2000, organisasi kesehatan dunia (WHO) melaporkan sekitar 53 juta orang terjangkit virus AIDS di seluruh dunia. Tetapi para ahli mengatakan jumlah sebenarnya bisa dua kali lipat lebih banyak dari laporan tersebut. Tingkat kematian akibat penyakit ini mencapai 18 juta jiwa. Hal ini semakin menegaskan kebenaran hadist di atas. Seolah-olah penyakit ini diciptakan sebagai azab di dunia bagi orang yang durhaka kepada Allah dan melenceng dari syariat-Nya.

Penyakit AIDS ini tidak hanya menyebar melalui hubungan seks bebas atau kecanduan narkotika, bisa juga melalui praktik berganti-ganti pasangan. Dengan kata lain, virus ini berkaitan erat dengan perilaku seksual seseorang.

Hasil gambar untuk Al-Qur'an dan Sains: AIDS dan Pengharaman Zina

Pengobatannya sangat sulit hingga hampir dibilang mustahil, akibatnya tentu kematian. Padahal, tindakan preventif untuk mencegah penyebaran penyakit ini amat mudah. Setiap orang hendaknya melindungi diri dengan cara menjaga sikap agar selalu berpegang pada aturan Ilahi dan menjauhi seks bebas. (Jft/EraMuslim)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...