25 August 2019

Trump Angkat Bicara Saham Apple Anjlok

Konfrontasi - Saham Apple terjun bebas hingga 10 persen setelah CEO Apple, Tim Cook, membagikan laporan kepada pemegang saham. Laporan ini juga mengungkap perkiraan penjualan iPhone di Q1 2019 tidak akan mencapai target prediksi.
 
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang merupakan pengguna Apple dan membanggakan Apple sebagai fondasi ekonomi negaranya, memberikan tanggapan atas beredarnya kondisi Apple tersebut.
 
Dikutip dari CNET, Minggu 6 Januari 2019. Trump menyatakan bahwa Apple baik-baik saja dan menegaskan bahwa seharusnya Cook segera menarik produksi Apple dari China ke Amerika Serikat.
 
"Mereka (Apple) akan baik-baik saja. Jangan lupa, mereka membuat produknya di China. Saya sudah katakan kepada Tim Cook seperti kawan saya sendiri untuk membuat produknya di Amerika Serikat," ucap Trump dalam konferensi pers di Gedung Putih.
 
"Bangun fasilitas yang besar dan indah. China memperoleh keuntungan lebih besar dari Apple ketimbang kita (Amerika Serikat) karena kebanyakan produk Apple dibuat di China," imbuhnya.
 
Berdasarkan pantauan, beberapa media menilai sikap kepedulian Trump tersebut tidak dilandasi oleh pemahaman mengenai bisnis dan kondisi finansial Apple.
 
Dikutip dari sumber lain, BGR, Trump juga mengklaim saham Apple tumbuh hingga 100 persen sejak dia menjabat sebagai presiden di tahun 2017. Padahal kenyataannya tidak demikian.
 
Saham Apple di Januari 2017 saat Trump baru disumpah sebagai Presiden Amerika Serikat dinilai USD120.45 atau sekitar Rp1,7 juta dan harga stok sahamnya meningkat 32 persen dan puncaknya selama dua tahun belakangan sempat mencapai peningkat 92 persen di harga dagang USD232 atau senilai Rp3,2 juta.
 
Artinya, saham Apple tidak pernah meningkat hingga 100 persen di masa pemerintahan Trump dan kini anjlok hingga 10 persen. Terkait permintaan Trump untuk memindahkan fasilitas manufaktur atau pabrik Apple dari China ke Amerika Serikat, tidak semudah itu.
 
Trump dinilai tidak mengerti alur produksi produk Apple. Petinggi Apple sempat menegaskan bahwa prosesnya tidak semudah itu saat Trump pertama kali menyampaikan keinginannya tersebut di 2017.
 
Petinggi Apple menilai bahwa seluruh pasokan atau supply chain kebutuhan produksi dan komponen produk Apple terutama iPhone tersedia di China yang jaraknya tidak jauh dari fasilitas produksi Apple. Jadi proses pemindahan tersebut akan membutuhkan biaya yang sangat besar dan berpengaruh terhadap finansial Apple. (mtv/mg)
Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...