24 August 2019

Tony Abbott Dianggap Lecehkan Islam, Dubes Indonesia Berang

KONFRONTASI - Duta Besar Indonesia untuk Australia, Najib Riphat Kesoema menanggapi keras pernyataan Mantan Perdana Menteri Australia, Tony Abbott, melecehkan Islam dan menyerukan dilakukannya revolusi dalam ajaran agama Islam.

Seperti diberitakan oleh ABC, Rabu 9 Desember 2015, Abbott menilai, bahwa Australia perlu hidup dan bekerja sama dengan pemeluk agama Islam.

"Kita tetap harus berdekatan dengan, dan tetap berdampingan dengan Muslim, karena mereka membutuhkan kita. Seperti yang disampaikan Presiden Mesir al Sisi, Islam harus melakukan revolusi dari dalam dirinya. Semua hal yang tidak dimiliki oleh Islam seperti reformasi, pencerahan dan konsep yang tidak dikembangkan dengan baik, harus dilakukan," kata Abbott.

Abbott menambahkan,  yang bisa melakukan hal adalah umat Islam sendiri. Ia mengajak agar warga mau bekerjasama dengan orang-orang yang mau melakukan perubahan ke arah yang lebih baik.

"Tidak ada budaya yang sama satu dengan lainnya. Kita harus siap menyampaikan superioritas budaya kita dengan jelas pada mereka yang memiliki budaya membunuh atas nama Tuhan," ujarnya menyindir.

Pernyataan Abbott ini langsung ditanggapi Duta Besar Indonesia untuk Australia, Najib Riphat Kesoema. "Ini adalah waktunya seluruh negara untuk bersatu melawan terorisme. Bualan retoris yang mengaitkan sebuah budaya dan agama yang satu lebih unggul dibanding yang lain sangat tidak menolong untuk mencari akar masalah dan malah memecah belah," kata Riphat, seperti dikutip dari ABC, 9 Desember 2015.

Riphat juga meminta Australia merapatkan barisan melawan terorisme. "Sangat penting bagi kita termasuk masyarakat multi kultural di Australia dan Indonesia untuk tetap menjaga fokus kita tetap terjaga demi menciptakan solusi jangka panjang untuk menghadapi tantangan dari kekerasan kelompok ekstremis yang saat ini kita hadapi," katanya menambahkan.

Riphat juga menegaskan bahwa kekerasan yang dilakukan oleh kelompok ekstremis  adalah tantangan yang dihadapi oleh semua agama, Budha, Hindu, Kristen, Islam dan seluruh keyakinan lain.

Pernyataan Abbott juga mendapat tanggapan dari Perwakilan Kelompok Islam di negara bagian Victoria. Juru bicara kelompok tersebut, Kuranda Seyit mengatakan, ucapan Abbot sangat merendahkan dan melecehkan Islam.

Sementara itu Perdana Menteri Australia Malcolm Turnbull justru meminta warga Australia untuk tak menyalahkan terorisme pada keyakinan agama Islam. "Kelompok ekstremis seperti ISIS, adalah teroris, mereka sama sekali tak seperti mayoritas pemimpin Muslim lainnya," kata Turnbull.[ian/viva]

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...