19 March 2019

Tanggapan Ikatan Alumni UI Masalah Yerussalem

Konfrontasi - Pengurus Pusat Ikatan Alumni Universitas Indonesia (Iluni UI)  mengecam keras sikap Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Donald mengumumkan Jerusalem sebagai ibu kota Israel sekaligus akan memindahkan Kedutaan Besar Amerika Serikat ke kota tersebut.

Ketua merangkap Juru bicara Iluni UI, Eman Sulaeman Nasim menyatakan, Indonesia merupakan negara dengan jumlah penduduk beragama Islam terbanyak di dunia. Dengan demikian, sudah sepantasnya Indonesia bersama negara-negara Islam lainnya menolak sikap dan keputusan Donald Trump tersebut.

“Negara-negara Islam dan negara-negara yang mencintai perdamaian, sudah sepantasnya bersama-sama menolak keputusan Donal Trump yang mengakui Jerusalem sebagai ibu kota Israel. Negara-negara Islam juga harus bersatu mendesak Amerika Serikat membatalkan pemindahan kedutaan besarnya ke Yerusalem. Sekaligus mencabut keputusan konyolnya itu sesegera mungkin,” papar dosen UI ini di Jakarta, Jumat 8 Desember 2017.

Akui Jerusalem, proses perdamaian terganggu

Pengakuan sepihak dari Amerika Serikat tersebut juga dinilai telah mengganggu proses perdamaian di Timur Tengah. Khususnya terkait konflik berkepanjangan antara Israel dengan negara Palestina.

"Jika Presiden Donald Trump mengakui Jerusalem sebagai ibukota negara Israel, Itu berarti Amerika Serikat tidak mengakui negara Palestina. Ini jelas menyakiti hati rakyat Palestina. Juga umat Islam pada umumnya yang selama ini menginginkan tercipta perdamaian antara Israel dan Palestina,“ papar Ketua Umum ILUNI UI Arief Budhy Hardono di tempat sama.

Menurut Arief, pihaknya  mendesak pemerintahan Joko Widodo untuk setia pada UUD 1945 yang menegaskan dukungan pada bangsa Palestina dan tidak mengakui Israel. Iluni  UI mendorong pemerintah Indonesia untuk bersama-sama menggalang kekuatan menekan pemerintah Amerika Serikat membataskan kebijakan sembrono tersebut.

“Iluni UI mengajak bangsa dan pemerintah negara Republik Indonesia untuk tetap mendukung perjuangan rakyat dan Negara Palestina,” papar Arief. (pkrnrkyt/mg)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...