21 August 2019

Tak Ada Bukti Rusia Racuni Skripal

KONFRONTASI-Empat bulan setelah serangan racun saraf mantan perwira intelijen Rusia, Sergei Skripal, dan putrinya di Salisbury, Inggris, penyelidik masih meraba-raba dalam kegelapan tanpa ada petunjuk yang pasti.

Anggota parlemen Jerman, Heike Helzel mengatakan, baik intelijen Inggris maupun Jerman tidak memiliki bukti dugaan peran Rusia dalam serangan racun terhadap Skripal dan putrinya, Yulia.

Menurut Henzel, kegagalan pemerintah Jerman untuk menghadirkan bukti nyata yang diperoleh dari keterlibatan Moskow di London dalam kasus Skripal hanya berarti bahwa Rusia tidak terlibat seperti dikutip dari Sputnik, Minggu (29/7/2018).

Pemerintah Jerman juga tidak menanggapi permintaan apakah dinas intelijen negara itu telah memperoleh sampel dari zat saraf A-234 yang diduga digunakan dalam serangan Skripal pada 4 Maret lalu.

Dua kelompok orang dilaporkan terlibat dalam serangan terhadap Skripal, tulis The Mirror, mengutip para penyelidik. Menurut surat kabar itu, kelompok pertama diduga membawa zat saraf Novichok ke Inggris, sementara yang kedua menggunakannya terhadap Skripal.

Para penyelidiki tidak berpikir bahwa botol yang nantinya ditemukan oleh penduduk lokal tidak jauh dari lokasi insiden Salisbury bisa digunakan sebagai wadah untuk zat saraf. Mereka percaya bahwa botol lain semacam itu mungkin ditemukan di tempat lain di Inggris dan menimbulkan risiko serius.

Menurut laporan sebelumnya, seorang saksi dalam penyelidikan yang sedang berlangsung terhadap keracunan dua orang Inggris di Amesbury telah mengakui seorang tersangka; seorang pria setinggi 6 kaki, berusia sekitar 30 tahun diperlihatkan kepadanya oleh para penyelidik.(mr/snd)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...