25 May 2018

Stephen Hawking Dukung Jutawan Rusia Cari Alien

MOSKOW-Fisikawan Stephen Hawking mendukung upaya Yuri Milner, jutawan Rusia keturunan Yahudi, mencari alien selama sepuluh tahun dengan biaya 100 juta dolar AS.

"Tidak ada pertanyaan yang jauh lebih besar, selain apakah kita satu-satunya mahluk cerdas di jagat raya ini," ujar Stephen Hawking, yang berbicara melalui generator suara digital selama presentasi di London, dan dikutip Russia Today.

"Inilah saatnya berkomitmen untuk menemukan jawaban, dan mencari kehidupan di luar Bumi," lanjutnya. "Kita cerdas, kita hidup, dan kita harus tahu."

Milner adalah jutawan dengan kekayaan, menurut Majalah Forbes, 3,4 miliar dolar AS. Ia berencana menghabiskan 10 juta dolar AS per tahun, selama kurun waktu sepuluh tahun, untuk mendanai Breakthrough Listen -- sebuah program yang akan mencari tanda-tanda potensi kehidupan asing.

Dia juga akan menganggarkan 1 juta dolar untuk Breakthrough Message, mencari solusi bagaimana berkomunikasi dengan mahluk luar angkasa. Namun program ini ditangguhkan sejenak, untuk memastikan tidak memicu agresi asing.

"Hari ini kita memiliki alat yang jauh lebih baik dibanding yang dimiliki generasi sebelumnya," ujar Milner dalam surat bertajuk Call to Action yang ditanda-tangani pendukungnya; astronom terkemuka Martin Rees, juara catur Magnus Carlsen, dan penulis Seth McFarlene.

"Teleskop telah mampu menjangkau planet berjarak ribuan tahun cahaya. Keajaiban hukum Moore memungkinkan komputer kita menyaring data lebih cepat dari mainframe yang lebih tua," lanjut Milner dalam surat itu.

Menurut Milner, ada miliaran planet seperti bumi jauh di luar galaksi kita. Menggunakan instrumen saat ini, atau yang akan tersedia, manusia memiliki kesempatan mencari tahu adanya planet dengan ketersedian air, kehidupan, dan mahluk cerdas.

"Ini adalah upaya internasional skla besar untuk menemukan kehidupan lain di jagad raya," demikian Milner.

Breakthrough Listen akan menggunakan Robert C. Byrd Green Bank Telescope di West Virginia dan Csiro Parkes Telescope di New South Wales, Australia. Keduanya adalah radio teleskop terkuat di muka Bumi.

Milner berjanji memberikan seperlima dana agar timnya menggunakan teleskop di atas waktu proporsional. Ini membuat tim Milner memiliki akses jauh lebih baik dibanding program yang pernah ada, yaitu Program Pencarian Mahluk Cerdas (SETI) yang telah berusia lima dekade.

Ilmuwan SETI sering tidak memiliki akses ke dua teleskop canggih untuk observasi, serta menggunakan super komputer untuk menyaring data.

"Ini sebuah keajaiban," ujar Frank Drake, profesor emeritus dari University of California, Santa Cruz. "Kami tidak pernah mendapatkan cukup teleskop. Yuri bisa menapatkannya dengan hanya menekan pena."

Milner bukan jutawan sembarangan. Ia menyelesaikan PhD bidang fisika di era Uni Soviet. Ia menjadi warga Uni Soviet pertama yang meraih gelar MBA di AS, dan banting stir menjadi pengusaha.

Ia membangun Mail.ru, raksasa internet Rusia, membeli Facebook dan Twitter selama era ekspansi awal. Namun Milner tidak pernah menjadi jutawan yang menghabiskan uang untuk membiayai hobi pribadi.

Ia juga tidak pernah benar-benar melupakan fisika. Setiap tahun, Milner mengeluarkan tiga juta dolar AS untuk memberi penghargaan pada penemuan di bidang fisika. Ia menggelontorkan banyak uang untuk pengoperasian teleskop NASA yang bisa mendeteksi oksigen di atmosfer planet lain.

"Ini bukan proyek gila," ujarnya saat ditanya apakah dirinya terobsesi menemukan alien.
 

 

 

 

 

Tags: 
Category: 
Loading...
Jumat, 25 May 2018 - 02:12
Jumat, 25 May 2018 - 01:55
Jumat, 25 May 2018 - 01:45
Jumat, 25 May 2018 - 01:36
Jumat, 25 May 2018 - 01:30
Jumat, 25 May 2018 - 01:24
Kamis, 24 May 2018 - 23:02
Kamis, 24 May 2018 - 22:57
Kamis, 24 May 2018 - 22:46
Kamis, 24 May 2018 - 21:18
Kamis, 24 May 2018 - 21:09
Kamis, 24 May 2018 - 20:32

Pages