23 May 2019

Soal Charlie Hebdo, Erdogan Sebut Dunia Barat Munafik

KONFRONTASI-Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengecam kemunafikan Barat, yang menggelar pawai besar-besaran untuk menghormati korban pembantaian Charlie Hebdo tapi menerima pembantai seperti PM Israel Benjamin Netanyahu dalam acara itu.

"Bagaimana bisa seorang pria yang membunuh 25 ribu anak-anak Palestina di Jalur Gaza datang ke acara itu," ujar Erdogan saat bertemu Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas.

"Netanyahu tidak datang ke Paris untuk berduka. Sebagai pemimpin negara teroris, ia datang untuk berpesta," lanjut Erdogan.

Pawai Paris digelar sebagai ungkapan simpati Eropa terhadap pembantian di kantor majalah Charlie Hebdo, Rabu (7/1). Sebanyak 12 orang tewas dalam pembantaian itu.

Channel 2, saluran televisi Israel, melaporkan Presiden Prancis Francois Hollande tidak menginginkan PM Israel Benjamin Netanyahu menghadiri acara itu.

Semula, Netanyahu tidak keberatan, tapi dia berubah pikiran dan terbang ke Paris dan turun dalam pawai bersama 55 pemimpin dari berbagai negara. Hollande sempat marah, dan keluar dari pawai sebelum waktunya.

Nenyahu, menurut Erdogan, harus lebih dulu memberi catatan pembantaian yang dilakukannya. "Berapa anak-anak dan wanita yang dibunuh. Ungkapkan," ujar Erdogan.

Erdogan menolak hadir di pawai itu, tapi PM Turki Ahmet Davutoglu datang. Seperti Mahmoud Abbas, Davutoglu datang hanya untuk diplomasi.

Menurut Erdogan, menukafikan Barat terlihat jelas dalam kasus Charlie Hebdo. Muslim, katanya, tidak pernah terlibat dalam pembantaian bergaya teroris.

"Di balik semua peristiwa itu terdapat rasisme, pidato kebencian, dan Islamophobia," kata Erdogan. "Mari kita lihat apa yang dilakukan pemerintah negara-negara Eropa bertindak ketika terjadi penyerangan terhadap masjid."

Kasus Charlie Hebdo, masih menurut Erdogan, adalah 'game' yang sedang dimainkan Barat untuk memukul dunia Islam. "Kita harus menyadari semua ini," lanjutnya.

Prancis sebelumnya menuduh Turki membiarkan Hayat Boumeddiene melintasi perbatasan dan memasuki Suriah. Boumeddiene adalah pasangan penyandera di supermarket Yahudi, yang menewaskan empat orang. Ia juga tersangka pembubuh wanita polisi, beberapa jam setelah serangan ke kantor Charlie Hebdo. [mr/inl]

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...