22 January 2017

Penyanyi Charlotte Church Tolak Undangan Inagurasi Trump

KONFRONTASI - Lagi, presiden terpilih Amerika Serikat Donald Trump menerima penolakan dari sejumlah selebriti untuk hadir pada acara inagurasi Donald Trump, 20 Januari 2017 mendatang. Kali ini penyanyi asal Inggris Charlotte Church dan Rebecca Ferguson menolak tawaran untuk tampil di acara tersebut.

Seperti dilaporkan Reuters, penolakan ini menjadi kesekian kalinya bagi Trump, setelah sebelumnya sejumlah selebriti juga menolak undangannya. Diantaranya adalah Katy Perry, Beyonce, Demi Lovato bahkan hingga Elton John yang pada November 2016 lalu telah membantah bahwa dirinya akan hadir pada acara inagurasi Trump.

"@realDonaldTrump Your staff have asked me to sing at your inauguration, a simple Internet search would show I think you're a tyrant. Bye," tulis Charlotte Church dalam akun twitter miliknya @charlottechurch.

("Staff anda meminta saya untuk tampil bernyanyi pada acara inagurasi, sebuah pencarian internet yang sederhana saya pikir dapat menunjukkan bahwa anda seorang yang tiran (sewenang-wenang-red),")

Tom Barrack, sahabat Trump yang menangani acara tersebut menepis anggapan bahwa acara inagurasi akan sepi dari taburan selebritis papan atas. Meskipun banyak selebritis yang menolak undangan, namun Barrack menyebut bahwa Trump sendiri merupakan selebritis terbaik di dunia.

Karena itu, dia menuturkan, acara inagurasi akan berlangsung lebih puitis dan hikmat. Bukan seperti selebrasi sirkus dengan banyak selebritis.

Namun begitu, pihak penyelenggara inagurasi Trump enggan mengomentari terkait penolakan yang dilakukan Church dan Ferguson.

Church yang telah memulai karir bernyanyi sejak kecil itu memang telah terang-terangan terkait sikapnya dalam pandangan politik. Ia mengaku cenderung berpegangan dalam paham kiri, dan selama masa kampanye 2016 Church kerap mengritik Trump melalui akun twitternya.

Sementara itu Ferguson yang merupakan peringkat dua ajang pencarian bakat 'The X Factor' 2010, menolak tampil di acara inagurasi karena pilihannya untuk menyanyikan lagu 'Strange Fruit' tidak diperkenankan pihak penyelenggara.

'Strange-Fruit' merupakan lagu anti rasis, yang sebelumnya dibawakan Billie Holiday dan Nina Simone. lagu tersebut menyuarakan perlawanan terkait hukuman mati tanpa pengadilan yang diberlakukan bagi kaum Afrika-Amerika di awal abad 20.(Juft/Peer)

Category: 

loading...
loading...

BACA JUGA:      

Loading...