14 November 2019

Selundupkan Narkoba, Adik Presiden Honduras Diadili di New York

KONFRONTASI-Pengadilan New York menyatakan Juan Antonio "Tony" Hernández, adik lelaki Presiden Honduras Juan Orlando Hernández bersalah atas penyelundupan narkoba.

Tony Hernández (41) ditangkap pada November 2018 di Miami, AS.

Menyitir BBC, Senin (21/10/2019) jaksa penuntut mengatakan mantan anggota kongres itu menggunakan koneksi pemerintahnya untuk menyelundupkan kokain melalui Honduras ke AS.

Tim kuasa hukum Tony menolak putusan itu dengan menyebut putusan "tidak konsisten dengan kebenaran", dan akan mengajukan banding.

Tony Hernández dihukum atas empat tuduhan terpisah, termasuk konspirasi narkoba untuk mengimpor kokain ke AS dan pelanggaran senjata.

Asisten Jaksa AS, Jason Richman mengatakan selama persidangan bahwa Tony adalah bagian dari "organisasi yang disponsori negara" yang mendistribusikan kokain di AS selama bertahun-tahun, dan walikota, anggota kongres, jenderal militer yang korup (dan) kepala polisi melindungi Tony.

Beberapa kokain yang diangkutnya dikatakan telah dilabeli dengan inisial "TH" (Tony Hernandez).

Tony juga dinyatakan bersalah memberikan pasukan keamanan senjata lengkap setiap pengiriman narkoba.

Jaringan penyelundupan narkoba dikatakan telah beroperasi di Kolombia, Honduras dan Meksiko menggunakan pesawat, speedboat dan kapal selam.

Tony dilaporkan mengatur pengiriman kokain, menyuap pejabat penegak hukum untuk informasi sensitif untuk melindungi pengiriman obat-obatan, dan meminta suap dari penyelundup narkoba.

Jaksa penuntut AS juga mengatakan raja narkoba Meksiko yang dipenjara Joaquín "El Chapo" Guzmán telah memberi Tony Hernández USD1 juta (sekira Rp14 miliar) sebagai suap yang untuk mencapai presiden Honduras.

Namun Juan tidak didakwa dalam kasus ini dan secara konsisten membantah tuduhan terhadap saudaranya.[mr/okz]

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...