6 December 2019

SBY Optimistis Tiongkok Pasti Gantikan Amerika Serikat sebagai Adidaya Ekonomi

KONFRONTASI - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) optimistis Tiongkok segera menggantikan posisi Amerika Serikat (AS) sebagai raksasa ekonomi dunia.

Sebagai kekuatan baru dari Asia, Tiongkok diprediksikan mampu mengejar ketertinggalannya dari Amerika Serikat, seperti standar hidup, pendapatan per kapita, penguasaan teknologi, dan inovasi. Apalagi kini pengaruh Tiongkok terus melebar ke berbagai belahan dunia seiring kemajuan yang dicapainya.

“Tiongkok segera mengambil alih posisi Amerika Serikat sebagai ekonomi terbesar dunia. Jika belum dalam waktu dekat, saya yakin pada dekade mendatang,” kata Presiden SBY saat memberikan Kuliah Umum bertajuk “Security and Conflict Resolution” di Auditorium Jack Morton, Universitas George Washington, Washington DC, Amerika Serikat, pada Jumat (26/9) atau Sabtu (27/9) waktu Indonesia.

Presiden yang datang bersama Ibu Negara Ani Yudhoyono, Dubes RI untuk Amerika Serikat Budi Bowoleksono, serta sejumlah menteri Kabinet Indonesia Bersatu II, untuk pertama kalinya memberikan kuliah umum di perguruan tinggi terkemuka di negeri itu.

Kedatangan SBY disambut Presiden Universitas George Washington Steven Knapp dan Dekan the Elliot School of International Affairs Michael E Brown.

Universitas George Washington yang didirikan pada tahun 1821, diilhami visi George Washington untuk memiliki sebuah institusi di Ibukota AS itu yang menyediakan pendidikan bagi para calon pemimpin dunia.

Saat ini, Universitas George Washington telah menempatkan posisinya sebagai institusi pendidikan tinggi terbesar di Washington dengan lebih dari 20.000 orang mahasiswa yang berasal dari 130 negara.

Wartawan Investor Daily, Novy Lumanauw, melaporkan dari Washington DC, di hadapan sekitar 100 peserta kuliah umum, yang terdiri atas pejabat pemerintah AS, Korps diplomatik, dan kalangan akademisi, Presiden SBY mengungkapkan pujiannya atas kemajuan Tiongkok.

Dia menyebutkan, pada dua dasawarsa terakhir, dunia menyaksikan suatu kemajuan pesat, yaitu dengan tampilnya Tiongkok sebagai sebuah kekuatan militer dan ekonomi dunia yang sangat diperhitungkan.

Negara Tirai Bambu itu juga dinilainya berhasil menjalin hubungan saling menguntungkan dengan para mitranya di Asia Tenggara, termasuk Indonesia.

Negara-negara Asia Tenggara terdiri atas Indonesia, Filipina, Singapura, Malaysia, Thailand, Vietnam, Laos, Myanmar, Brunei Darussalam, dan Kamboja

“Dan, pada waktu yang bersamaan, Tiongkok berhasil menjalin hubungan sinergis di bidang ekonomi dengan negara-negara Asia Tenggara. Sekarang Tiongkok telah menjadi mitra dagang terbesar Indonesia, dengan neraca perdagangan yang menguntungkan kami,” kata dia.

SBY yakin dengan posisi dan pengaruhnya yang kian kokoh, Tiongkok juga menjadi mitra dagang utama di hampir semua negara Asia Tenggara.

“Kami juga berasumsi bahwa kekuatan Tiongkok akan meluas ke seluruh dunia, dan berkembang lebih cepat dan cepat, baik bidang militer, ekonomi, teknologi, dan budaya,” jelas SBY.

Disebutkan, tidak banyak negara di dunia yang mengalami kemajuan pesat seperti Tiongkok. Seperti halnya Amerika Serikat, kata Presiden SBY, Tiongkok memutuskan untuk menggunakan kekuatan yang dimiliki agar tidak menimbulkan konsekuensi apa pun di kawasan Asia Tenggara.

“Saya tidak percaya pada gagasan dualistik, di mana saat Asia memikirkan keamanan, pikirannya langsung tertuju pada Amerika Serikat dan di saat memikirkan peluang, pandangannya akan terarah pada Tiongkok. Tidak. Tiongkok akan segera menggantikan posisi Amerika Serikat,” katanya. (Juft/Brt-1)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...