17 November 2019

Rudal Pencegat Israel Jatuh ke Tangan Rusia

KONFRONTASI-Sebuah rudal pencegat (interseptor) dari sistem pertahanan David Sling Israel dilaporkan jatuh ke tangan Rusia. Misil itu awalnya diperoleh tentara Suriah yang kemudian diserahkan ke militer Moskow untuk dipelajari.

Dalam penggunaan operasional pertama yang diketahui, dua misil pencegat dari sistem pertahanan David Sling ditembakkan militer Zionis pada Juli 2018 untuk merespons rudal-rudal yang diluncurkan dari Suriah yang dikira menuju ke Israel tetapi akhirnya mendarat di wilayah Suriah sendiri.

Kedua misil pencegat itu tidak menyerang rudal Suriah. Satu misil diledakkan sendiri oleh Angkatan Udara Israel, dan yang kedua dilaporkan jatuh ke dalam wilayah Suriah.

Menurut laporan situs berita China, SINA pada hari Sabtu pekan lalu, misil pencegat Zionis mendarat utuh di Suriah dan dengan cepat diambil oleh pasukan militer Damaskus.

Situs berita menyatakan misil dari sistem pertahana David Sling telah diserahkan kepada militer Rusia yang selama ini membantu rezim Presiden Bashar al-Assad dalam perang saudara Suriah. Misil itu akhirnya dibawa ke Moskow untuk dipelajari.

Masih menurut laporan SINA yang dikutip Times of Israel, Rabu (6/11/2019), Israel dan Amerika Serikat telah meminta Rusia untuk mengembalikan misil pencegat tersebut. Laporan itu belum dikonfirmasi oleh militer Moskow. Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengatakan bahwa mereka tidak mengomentari laporan asing.

IDF membela penempatan rudal pencegat pada saat itu, dengan mengatakan bahwa pasukannya telah bertindak dengan benar mengingat jumlah waktu yang singkat untuk bertindak.

Namun, IDF mengatakan bahwa alasan teknis mengapa rudal pencegatnya gagal menghantam targetnya tidak dapat dipublikasikan karena masalah keamanan.

Proyektil yang ditembakkan dari Suriah diidentifikasi sebagai rudal OTR-21 Tochka buatan Rusia (juga dikenal sebagai rudal SS-21 Scarab) dan berada di udara selama satu setengah menit. Rudal dapat membawa hulu ledak 500 kilogram (setengah ton) dan memiliki jangkauan 100 kilometer (60 mil).

Tentara Zionis menghitung bahwa rudal Damaskus itu sedang menuju wilayah Israel dan IDF menunggu sampai detik-detik terakhir untuk menembakkan misil pencegat dari sistem pertahanan David Sling.

Setelah misil dari David Sling diluncurkan, komputer baterai pertahanan udara menentukan bahwa rudal Suriah akan jatuh pendek dan tidak menimbulkan bahaya bagi Israel. Pada saat itu, militer Zionis memerintahkan agar salah satu misil pencegat itu dihancurkan.

IDF tidak mengatakan apa yang terjadi pada rudal pencegat kedua dan pada saat itu dianggap tidak mungkin telah diambil dalam kondisi utuh oleh pasukan Suriah dan digunakan untuk mengumpulkan informasi intelijen tentang kemampuan sistem pertahanan udara Zionis.

Sistem David Sling dirancang untuk menangani rudal yang datang dari jarak 40 kilometer (24,85 mil) hingga 300 kilometer (186,41 mil) jauhnya. Sistem itu membentuk tingkat menengah dari susunan pertahanan udara canggih Israel.

Negara Yahudi itu juga memiliki sistem Iron Dome untuk mengatasi serangan proyektil jarak pendek, dan sistem Arrow 3 yang dirancang untuk mencegat rudal balistik jarak jauh.

David Sling, yang dinyatakan operasional pada April 2017, dikembangkan dalam proyek bersama oleh Organisasi Pertahanan Rudal Israel dan Badan Pertahanan Rudal Departemen Pertahanan AS. Sistem ini dimaksudkan untuk menggantikan sistem rudal Patriot di gudang senjata Israel.[mr/snd]

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...