16 December 2017

Presiden Palestina Mahmoud Abbas Telepon Paus hingga Putin, Desak AS Batalkan Pemindahan Kedubes

KONFRONTASI -  Presiden Palestina Mahmoud Abbas dilaporkan langsung menelepon sejumlah tokoh dan pemimpin dunia tidak lama setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memastikan akan memindahan Kedutaan Besar AS di Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Juru bicara Abbas, Nabil Abu Rdainah menyatakan, sejumlah orang yang ditelepon Abbas adalah pemimpin Vatikan Paus Franciskus, Presiden Prancis Emanuel Macron, Raja Yordania Abdullah II, dan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Dalam panggilan telepon, seperti dilansir Reuters pada Rabu (6/12), Abbas meminta para tokoh, dan pemimpin dunia itu untuk mendesak Trump membatalkan keputusan untuk memindahkan kedubes AS ke Yerusalem.

"Presiden Abbas langsung menghubungi Presiden Rusia dan Prancis, Paus, dan Raja Abdullah dari Yordania tidak lama setelah mendapat telepon dari Trump. Dia mengatakan kepada mereka bahwa tindakan tersebut harus ditolak dan dia mendesak mereka untuk melakukan intervensi agar hal itu tidak terjadi," kata Nabil.

Sementara itu, Kremlin dalam sebuah pernyataan menyatakan dukungan terhadap Palestina, upaya damai dengan Israel dan mengenai status Yerusalem.

"Presiden Rusia Vladimir Putin menelpon Presiden Palestina Mahmoud Abbas untuk memberitahukan kepadanya bahwa Moskow mendukung dimulainya kembali pembicaraan antara Israel dan pemerintah Palestina, termasuk mengenai status Yerusalem," kata Kremlin.(Jft/Sindo)

Category: 

SCROLL KE BAWAH UNTUK MEMBACA BERITA LAINNYA


loading...

Related Terms



loading...

Baca juga


Loading...