16 December 2019

Polisi Tangkap 'Yesus Kristus' Sebelum Bunuh Donald Trump

Konfrontasi - Seorang tunawisma ditangkap kepolisian Florida usai membuat sebuah video ancaman yang ditujukan kepada presiden terpilih Donald Trump saat pelantikannya malam ini, Jumat (20/1/2017). Dominic Puopolo (51) ditangkap di cabang lokal Subway, sebuah rumah makan cepat saji, di Miami.

Dia dilaporkan mengakui sudah mengunggah klip tersebut di akun sosial media Twitter.

Dilansir dari The Independent, dalam video tersebut Puopolo mengatakan akan membunuh Donald Trump dengan menggunakan Wesley Scope Booth, senapan bertenaga tinggi. Aksinya akan dilancarkan saat pelantikan Trump nanti malam.

Dalam video tersebut, berulang kali Puopolo menyebut dirinya 'Yesus Kristus'. Dia mengaku dia adalah pesan dari Tuhan agar manusia bertobat.

Puopolo langsung diadili pengadilan di Miami usai penangkapannya. Pengacaranya merekomendasikan dia diserahkan pada psikolog, hal ini lantaran menurut pengacaranya Poupolo mengalami gangguan kejiwaan.

Sementara itu, dia didakwa dengan hukuman mengancam untuk menghancurkan pemerintahan AS. Namun, hukuman yang diberikan kepadanya baru akan dirilis usai kejiwaannya dinyatakan stabil.

Menurut keluarganya, Puopolo merupakan penganut Demokrat 'garis keras'. Pasalnya, berdasarkan keterangan dari surat kabar Miami Herald, ibu Puopolo, Sonia adalah aktivis pro-Demokrat.

Perempuan ini tewas dalam serangan teroris 11 September, di mana pesawat American Airlines dengan nomor penerbangan 11 terbang dan menghantam Menara Kembar di New York.

Keluarga Puopolo juga merasa pria ini memiliki hubungan dekat dengan keluarga Clinton. Mereka menambahkan, saat pemakaman sang ibunda, Hillary Clinton, yang notabene adalah mantan rival Trump dalam pemilihan presiden, membacakan eulogi Sonia.

Hal ini dibuktikan dengan foto kedekatan Hillary dan Sonia saat perempuan itu masih hidup. (mrdk/mg)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...