11 December 2019

Polisi Prancis Temukan Potongan Kepala di TKP Milik Kilang Gas AS yang Dibom

Kilang gas Air Products milik Amerika Serikat, di area industri Saint Quentinn Falavier, Lyon, Prancis, Jumat (26/6) siang, terkena serangan bom bunuh diri oleh dua orang yang tak dikenal. Dua pengebom menabrakkan mobilnya ke kontainer gas, sehingga mengakibatkan satu orang tewas dan beberapa orang terluka.

Para penyerang diduga merupakan kelompok militan Islam. Polisi menemukan potongan kepala dengan dua bendera bertulisan Arab di depan pintu gerbang pabrik. Pejabat Prancis mengidentifikasi seseorang yang diduga pelaku, bernama Yacine Sali, 30 tahun. Ia dikenal sebagai anggota radikal sejak 2006. 

"Lelaki ini ditandai sebagai bagian "Security" dalam kelompok radikal tahun 2006. Namun, dia tidak pernah melakukan kriminal," kata pejabat Prancis, Cazeneuve kepada wartawan, Jumat (26/6).

Seorang sumber mengatakan terdapat dua orang penyerang yang memasuki pabrik dengan membawa spanduk bertuliskan Arab. Sumber lain mengklaim spanduk tersebut merupakan bendera kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Namun, belum jelas apakah kelompok ini terafiliasi dengan kelompok lain. Motif penyerangan belum diketahui.

Agence France-Presse melansir terdapat sejumlah bom berkekuatan kecil yang telah dipasang di beberapa titik pabrik. Pemerintah Prancis langsung melakukan investigasi terhadap serangan ini. 

Presiden Francois Hollande bahkan rela meninggalkan Konferensi Tingkat Tinggi Uni Eropa  dan kembali ke negaranya. Dalam konferensi pers, Hollande yakin para penyerang sengaja ingin meledakkan kilang gas tersebut.  "Serangan ini murni disebabkan karena teroris, setelah ditemukannya potongan tubuh dan tanda tulisan Arab," kata Hollande.

Serangan ini merupakan peristiwa kedua yang terjadi di Prancis dalam setahun terakhir. Sebelumnya, penyerangan juga terjadi di kantor media Charlie Hebdo, dan menewaskan sekitar 17 orang. (mg/tmpo)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...